RADARSITUBONDO.ID - Pemandangan bibir pantai Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, memprihatinkan. Sebab lokasi yang didatangi banyak pengunjung tersebut penuh dengan sampah. Sejumlah warga setempat juga mengaku tidak berdaya.
Padahal sepuluh bulan yang lalu Pemkab Situbondo sudah melaksanakan aksi bersih-bersih sampah. Namun, langkah tersebut belum mampu membuat perubahan. Padahal saat itu, aksi gotong royong berhasil mengangkat 36 ton sampah basah.
“Dulu pernah ada aksi gotong royong yang dipimpin oleh Mbak Una, (ketua TP PKK Situbondo). Saat itu sudah bersih karena puluhan ton sampah sudah diangkat. Tapi sekarang banyak lagi,” ungkap SK, 30, salah satu warga setempat, Selasa (20/1).
Dikatakan, peredaran sampah di area bibir pantai pesisir memang sulit untuk diatasi karena menjadi ujung pembuangan air dari sungai. Setiap hari sangat banyak kiriman sampah dari tengah laut yang mengendap di bibir pantai.
“Karena sampah sudah menumpuk sendiri warga setempat ikut membuang sampah juga. Repot kalau proses pembersihannya tidak dilakukan setiap hari, apalagi yang mau membersihkan hanya satu dua orang saja. Yang rajin membersihkan ya ada, tapi hanya ditumpuk lalu dibakar,” ujar SK.
Dia mengaku, saking banyaknya sampah kiriman aliran sungai, kawasab yang dibuat parkir perahu untuk menghindari ombak besar juga kemasukan sampah. Bahkan saluran ke sungai sempat tersumbat dan membuat nelayan kebingungan untuk mengeluarkan perahu.
“Kapan hari para nelayan dan warga sudah gotong royong bersihkan sampah di sungai. Habis itu ya banyak lagi sampah kiriman dari tengah laut maupun sampah yang hanyut dari sungai, apalagi saat ini musima banjir. Intinya tumpukan sampah memang memprihatinkan,” tutupnya.
Kepala Desa Kilensari, Sugiono belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi pukul 14.20 melalui pesan whatsapp tidak membalas meskipun cengan dua, ditelepon juga tidak diangkat meskipun berdering. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono