RADARSITUBONDO.ID Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, terendam banjir, kamis dini hari (22/1). Akibat insiden tersebut kendaraan roda empat tersendat hingga enam jam. Sopir pun banyak yang tidur di tempat.
Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, mengatakan, patroli jalan pantura dilakukan sejak pukul 19.00 hingga tembus pagi. Sebab jalan sudah tertutup banjir. Pada pukul 00.30 kondisi jalan sudah tertutup material banjir.
“Kemacetan diawali dari bus yang mati di tengah jalan akibat menerobos banjir. Saat itu polisi dan warga bahu membahu untuk mendorong bus agar jalan kembali lancar. Namun demikian, antrean terus memanjang karena yang lain tidak berani menerobos,” ujar Kapolsek Teguh.
Dia mengaku, material banjir yang menutup jalan pantura dengan ketinggian 50 sentimeter dengan panjang 100 meter. Kejadian itu cukup menguras tenaga dan harus mendatangkan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (DPUPP).
“Material banjir berupa tanah sulit dibersihkan menggunakan tenaga manusia, jalan satu-satunya untuk mempercepat proses harus mendatangkan alat berat,” tegas Teguh.
Begitu dilakukan pembersihan, pukul 3.00 kendaraan berhasil diurai meskipun laju kendaran harus tetap berhati-hati. Itupun masih diberlakukan sistem buka tutup jalan.
"Sekitar pukul 03.00 dini hari akses pantura sudah mulai normal meskipun melambat. Pukul 08:00 sudah lancar," bebernya. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono