RADARSITUBONDO.ID – Banjir bandang akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras melanda lima kecamatan di Kabupaten Situbondo, Rabu (21/1) sore. Hujan yang terjadi sejak sekitar pukul 17.30 WIB hingga 02.25 WIB dini hari mengakibatkan sedikitnya 3.015 rumah warga terdampak karena kemasukan dan tergenang air.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, banjir bandang terjadi di Kecamatan Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi penyebab utama terjadinya bencana alam tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo melalui laporan Pusdalops, Puriono, menyebutkan banjir bandang merendam ribuan rumah warga. Genangan air bahkan masuk hingga ke dalam rumah dengan ketinggian yang bervariasi. “Genangan air dan lumpur di Desa Besuki dilaporkan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian bervariasi. Kondisi ini memaksa sebagian warga meningkatkan kewaspadaan dan menyelamatkan barang-barang berharga,” kata Puriono, Kamis (22/1).
Dia mengatakan, wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Besuki, khususnya Desa Besuki Pesisir, dengan total 2.822 rumah terdampak yang tersebar di sejumlah dusun, di antaranya Dusun Gudang, Krajan, Lesanan Kidul, Lesanan Lor, Mandaran, dan Petukangan. “Desa Besuki termasuk wilayah paling parah terdampak banjir dengan total 2.822 rumah,” jelasnya.
Sementara itu, di Kecamatan Banyuglugur, banjir merendam rumah warga di Desa Kalianget dan Desa Lubawang dengan total 440 rumah terdampak. Selain itu, dilaporkan delapan ekor kambing milik warga turut terdampak. Di Kecamatan Mlandingan, banjir terjadi di Desa Selomukti dengan 169 rumah terdampak. Sedangkan di Kecamatan Bungatan, tercatat 113 rumah terdampak di Desa Mlandingan Wetan.
Adapun di Kecamatan Kendit, banjir merendam 154 rumah yang tersebar di beberapa kampung. “Pendataan dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat masih terus dilakukan guna memastikan kondisi warga terdampak banjir,” bebernya.
Puriono menambahkan, personel BPBD bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Situbondo langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan awal sekaligus melakukan pemantauan kondisi warga terdampak. “Data sementara menunjukkan ribuan kepala keluarga terdampak, dan kami masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga, terutama kelompok rentan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah cepat sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak lanjutan, terutama jika terjadi hujan susulan yang berpotensi memperparah kondisi banjir. Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Sementara itu, Iwan, petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, mengatakan hujan turun sejak pukul 16.00 WIB hingga 02.25 WIB dini hari, sehingga menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. “Hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hingga dini hari mengakibatkan beberapa wilayah tergenang banjir. Saat ini masih dilakukan pendataan di sejumlah lokasi terdampak,” ujarnya.
Dia menambahkan, petugas terus turun ke lapangan untuk melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, mengingat kondisi cuaca masih mendung dan dikhawatirkan terjadi bencana susulan. “Selain pendataan, kami juga menyalurkan bantuan konsumtif sementara bagi warga terdampak banjir,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono