Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tragis! Aliran Listrik Mengalir ke Banjir, Bapak dan Anak di Besuki Tewas Kesetrum

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 22 Januari 2026 | 20:12 WIB
KORBAN BANJIR: Adinda Putri Rahayu, 17, dan Abdul Wahed, 45, warga Desa/Kecamatan Besuki, di Puskesmas Besuki, Rabu malam (21/1).
KORBAN BANJIR: Adinda Putri Rahayu, 17, dan Abdul Wahed, 45, warga Desa/Kecamatan Besuki, di Puskesmas Besuki, Rabu malam (21/1).

RADARSITUBONDO.ID - Adinda Putri Rahayu, 17, dan Abdul Wahed, 45, warga Desa/Kecamatan Besuki, tewas mengenaskan Rabu malam (21/1). Diduga kuat akibat tersengat aliran listrik saat melihat banjir di halaman rumahnya.

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo, banjir air dari sungai masuk ke halaman alm. Abdul. Sekitar pukul 16.30 Adinda Putri keluar rumah untuk menyaksikan banjir.

Nah saat di halaman rumah, Adinda Putri memegang sebuah tiang listrik dekat pagar. Begitu memegang langsung tersengat listrik. Saat tubuhnya kejang langsung terlihat oleh bapaknya, Abdul. Dia langsung meloncat menolong sang putri.

Niat mulia untuk menolong putrinya berakhir petaka. Keduanya sama-sama terkena setrum hingga meninggal dunia.

“Dua orang yang kena setrum adalah bapak dan anak, dua-duanya meninggal. Tidak tahu meninggal di rumah apa di Puskesmas Besuki saya kurang paham,” ujar Syukron salah satu warga Besuki, Kamis (22/1).

Dikatakan, saat keduanya terkena setrum warga yang melihat kesulitan untuk menolong. Warga sama-sama panik. Keduanya ditolong setelah aliran listrik sudah terkendali. Selanjutnya langsung dievakuasi ke Puskesmas terdekat.

“Kronologi secara pasti saya kurang paham juga, yang pasti sudah ditangani oleh anggota polsek besuki,” cetus Syukron.

Kanitreskrim Polsek Besuki, Aipda Bustomi saat ditelepon melalui sambungan whatsapp belum merespon. Saat dichat melalui pesan whatsapp keluar jawaban otomatis.

“Mohon maaf saat ini saya sedang ada kegiatan, nanti akan saya hubungi secepatnya,” tutup Bustomi.

Kepala BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surianto, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi secara serentak di Kecamatan Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Itu setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

 “Akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, aliran air meluap dan menyebabkan banjir bandang yang masuk ke permukiman warga di lima kecamatan. Di Besuki juga ada yang meninggal akibat ada aliran listrik yang menyentuh banjir,” pungkas Timbul. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#korban jiwa #banjir di situbondo