RADARSITUBONDO.ID - Sementara itu, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kendit, Kecamatan Kendit, Situbondo, terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama dua hari terakhir. Hal tersebut disebabkan banjir yang menggenangi area sekolah hingga air masuk ke ruang guru dan ruang kelas dengan ketinggian sekitar 50 centimeter.
Salah satu siswa SMKN 1 Kendit, Muhammad Azril, mengatakan sekolahnya terendam banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu malam. Akibatnya, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar tidak dapat dilakukan di sekolah. “Saya sudah libur sekolah sejak Kamis kemarin karena ruang kelas tergenang air,” ujarnya, Jumat (23/1).
Dia menambahkan, banjir tersebut juga menggenangi ruang guru dengan debit air yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan siswa atau melaksanakan pembelajaran dari rumah secara daring. “Sekolah diliburkan, tapi saya belum tahu sampai kapan,” ungkapnya.
Sementara itu, Fery, staf Tata Usaha (TU) SMKN 1 Kendit, menjelaskan bahwa banjir menyebabkan ruang-ruang kelas menjadi kotor dan berlumpur. Menurutnya, kegiatan belajar mengajar tidak akan efektif jika dipaksakan tetap masuk sekolah. “Air masuk ke seluruh ruang kelas, termasuk ruang guru. Ketinggian air di halaman sekolah sekitar satu setengah meter, sedangkan yang masuk ke dalam kelas sekitar 50 centimeter,” jelasnya.Baca Juga: Tragis! Aliran Listrik Mengalir ke Banjir, Bapak dan Anak di Besuki Tewas Kesetrum
Fery menegaskan, meski tidak ada kerusakan bangunan akibat banjir, kondisi sekolah yang kotor dan berlumpur mengharuskan dilakukan kerja bakti terlebih dahulu. Namun, jika hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan, sekolah kemungkinan masih akan diliburkan karena genangan air di sekitar sekolah belum sepenuhnya surut. “Kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan secara daring. Kami belum bisa memastikan kapan siswa kembali masuk sekolah seperti biasa, tergantung kondisi cuaca dan setelah proses pembersihan selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Tumbul Surjanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan sekolah-sekolah yang terdampak banjir di lima kecamatan. Pendataan belum rampung karena kondisi di setiap titik berbeda-beda. “Untuk data sementara, jumlah warga terdampak banjir mencapai 6.328 jiwa. Data tersebut masih akan terus bergerak. Sedangkan pendataan sekolah yang terdampak masih dalam proses,” ujarnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono