Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pasca Banjir Situbondo, Gubernur Khofifah Genjot Modifikasi Cuaca dan Tinjau Kerusakan Besuki

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 23 Januari 2026 | 20:51 WIB
TURUN LANGSUNG: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo di lokasi bencana banjir di Kecamatan Besuki, Jumat (23/01).
TURUN LANGSUNG: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo di lokasi bencana banjir di Kecamatan Besuki, Jumat (23/01).

RADARSITUBONDO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan langkah modifikasi cuaca sebagai upaya utama mitigasi bencana hidrometeorologi pasca banjir di Kabupaten Situbondo. Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Jumat (23/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah melihat kondisi Sungai Kalianget yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir. Luapan sungai itu menjadi salah satu pemicu banjir yang merendam permukiman warga pada Rabu malam lalu.

Banjir besar di Situbondo tercatat menerjang lima kecamatan, yakni Banyuglugur, Besuki, Bungatan, Mlandingan, dan Kendit. Data sementara menyebutkan sekitar 6.487 rumah warga terdampak. Hingga kini, petugas gabungan masih terus melakukan pendataan lanjutan di lapangan.

Khofifah menjelaskan, tingginya intensitas hujan pada Januari menjadi faktor utama meningkatnya potensi banjir di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Situbondo. Berdasarkan data yang diterima Pemprov Jatim, intensitas hujan pada Januari mencapai 58 persen, hampir tiga kali lipat dibandingkan Desember.

“Kami sudah melakukan operasi modifikasi cuaca sejak 5 Desember. Namun, saat muncul bibit awan yang matang dalam jumlah banyak, modifikasi cuaca harus dilakukan di beberapa titik sekaligus. Sementara kemampuan yang dimiliki pemerintah provinsi hanya dua hingga tiga titik per hari,” ujar Khofifah.

Meski demikian, Pemprov Jatim memastikan operasi modifikasi cuaca akan terus dilakukan sebagai langkah pengendalian intensitas hujan, khususnya saat terdeteksi potensi hujan lebat berkepanjangan. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir susulan di wilayah rawan.

Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada warga terdampak banjir. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sambil menunggu proses pendataan kerusakan rampung.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab Situbondo menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi penanganan bencana. Prioritas diarahkan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penguatan mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #banjir bandang #gubernur jatim