RADARSITUBONDO.ID - Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Ir H Yoyok Mulyadi mendesak pembangunan dan normalisasi sungai di Wilayah Barat Kabupaten Situbondo harus segera dilakukan. Ini sebagai langkah preventif agar kejadian banjir bandang tidak terjadi lagi setiap musim hujan tiba.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, terdapat sejumlah sungai yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim di Kabupaten Situbondo. Beberapa di antarannya membutuhkan pembangunan maupun penataan.
"Seperti Sungai Kalimas, Sungai Jumain dan Sungai Selowogo. Sungai-sungai di bawah kewenangan Pemprov Jatim ini cukup memprihatinkan. Makanya, pembangunan dan normalisasi sungai harus dilakukan sebagai langkah preventif," tegasnya.
Dia menegaskan, kesiapan dan kapasitas sungai menjadi faktor krusial dalam mengantisipasi banjir. Khususnya saat musim hujan.
Yoyok mengaku sangat prihatin karena Banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo sampai merendam lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur. "Ini harus mendapat perhatian serius," tegasnya.
Mantan wakil Bupati Situbondo ini mengatakan, banjir bandang terjadi akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung tingginya intensitas curah hujan.
“Terutama di daerah Barat Mlandingan sampai Besuki,” katanya.
Yoyok meminta upaya preventif harus benar-benar diupayakan. Sebab, ini menyangkut keselamatan banyak orang.
Yoyok juga mendesak segara ada bantuan tanggap darurat dari Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pasalnya, masyarakat terdampak membutuhkan logistik untuk bertahan.
Menurut catatan BPBD Situbondo, jumlah rumah yang terdampak banjir bandang tersebar di lima kecamatan dengan jumlah bervariasi. Kecamatan Kendit 154 rumah, Bungatan 130 rumah, Mlandingan 169 rumah, Besuki 5.431 rumah dan Banyuglugur 440 rumah. “Kondisi yang parah memang terletak di Besuki. Mereka butuh bantuan,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono