RADARSITUBONDO.ID – Banjir bandang yang menerjang ribuan rumah di lima kecamatan di Kabupaten Situbondo juga berdampak pada sektor pendidikan. Sedikitnya 21 lembaga pendidikan, terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdampak banjir yang terjadi pada Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, sebanyak 21 sekolah terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar dan dialihkan ke sistem daring akibat kondisi sekolah yang terdampak banjir. “Dari 21 SD dan SMP yang terdampak banjir, ada dua sekolah yang mengalami dampak paling parah, yakni SDN 1 Banyuglugur dan SMPN 1 Banyuglugur,” kata Kepala Dispendikbud Situbondo, Sopan Efendi, Minggu (25/1).
Dia menjelaskan, kedua sekolah tersebut berdampingan sehingga menerima dampak paling berat. Akibat terjangan banjir, pagar gedung sekolah roboh dan material banjir masuk ke lingkungan sekolah. “SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur ini berdampingan dan terdampak paling parah. Tembok pagar belakang sekolah ambruk, serta lumpur dan sampah masuk ke area sekolah,” ujarnya.
Pasca banjir bandang, aktivitas belajar mengajar diliburkan sementara. Para guru bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang masuk ke ruang kelas dan ruang guru.
“Sejak Kamis (22/1) lalu, sekolah diliburkan hingga hari ini karena masih dilakukan pembersihan material banjir. Kami juga meminta bantuan Damkar untuk membersihkan lumpur di SMPN 1 Banyuglugur dan SDN 1 Kalianget karena menjadi lokasi terdampak terparah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sopan Efendi menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo terkait pendataan lembaga pendidikan yang terdampak banjir. Adapun sekolah yang terdampak meliputi SDN 9 Kilensari, SDN 4 Sumberkolak, SDN 2 Curahkalak, SDN 1 Klatakan, SDN 2 Klatakan, Kantor Korwil Kendit, SDN 5 Kendit, SDN 1 Bugeman, SDN 1 Banyuglugur, SDN 1 Kalianget, SDN 3 Lubawang, SD Terpadu An Nadwah Lubawang, SDN 2 Kalimas, SDN 2 Pesisir, SDN 6 Pesisir, SDN 7 Pesisir, SDN 2 Blimbing, SDN 5 Olean, SMPN 1 Kapongan, dan SMPN 1 Banyuglugur.
Sopan berharap tidak terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi agar banjir tidak kembali melanda, mengingat kondisi cuaca masih tergolong ekstrem hingga Februari mendatang. “Jika kondisi sudah membaik, kegiatan belajar mengajar akan kembali normal karena tidak ada gedung sekolah yang mengalami kerusakan parah,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono