RADARSITUBONDO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat jumlah rumah warga terdampak banjir bandang terus bertambah. Hingga Minggu (25/1), total rumah terdampak mencapai 7.435 unit. Angka ini meningkat dari sebelumnya 6.328 unit, tersebar di lima kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengungkapkan peningkatan jumlah tersebut terjadi setelah tim dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan asesmen di lapangan. “Selain penanganan pascabanjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen di lokasi terdampak,” ujarnya, Minggu (25/1).
Berdasarkan data terbaru, dampak terparah akibat luapan Sungai Lubawang terjadi di Kecamatan Banyuglugur dengan total 1.271 unit rumah terdampak. Rinciannya, Desa Kalianget sebanyak 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, dan Desa Tepos satu rumah.
Selanjutnya, dampak paling besar juga terjadi di Kecamatan Besuki dengan total 5.414 unit rumah. Sebarannya meliputi Desa Pesisir 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, serta Desa Bloro empat rumah. “Petugas di lapangan masih terus melakukan pembaruan data, sembari menyalurkan bantuan kepada warga terdampak,” tambah Timbul.
Hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada Rabu (21/1) juga menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.
Selain itu, di Kecamatan Mlandingan tercatat 402 unit rumah terdampak, yang tersebar di Desa Selomukti 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon 97 rumah.
Sementara di Kecamatan Kendit terdapat 227 rumah terdampak. Demikian juga di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng, sebanyak delapan rumah. “Kami akan terus memperbarui data rumah terdampak banjir, termasuk fasilitas umum, lembaga pendidikan, sektor pertanian, serta infrastruktur jalan dan jembatan,” tegas Timbul.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan perbaikan saluran irigasi yang mengairi sawah di delapan desa di Kabupaten Situbondo pascabanjir. “Perbaikan irigasi kami pastikan selesai dalam tiga hari agar aliran air ke lahan pertanian kembali normal dan aktivitas petani tidak terganggu,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (25/01).
Menurut Khofifah, perbaikan irigasi dilakukan selama 24–26 Januari 2026 untuk memulihkan suplai air ke lahan pertanian seluas 1.336 hektare di delapan desa, yakni Desa Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih. “Dalam pelaksanaannya, kami menurunkan 31 personel, didukung satu unit ekskavator standar, dua unit self loader, satu unit truck crane, dua unit dump truck, 12 lonjor pipa berdiameter 20 inci, serta 400 lembar sandbag untuk memperkuat struktur sementara dan mencegah kerusakan lanjutan,” jelasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono