Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

TACB Bangga, Eks Keresidenan Besuki Disiapkan Jadi Museum Nasional Pertama di Tapal Kuda

Edy Supriyono • Senin, 26 Januari 2026 | 19:58 WIB
BAHAGIA: Salah satu Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tak kuasa menahan rasa haru saat Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan akan menjadikan eks Keresidenan Besuki sebagai museum cagar budaya.
BAHAGIA: Salah satu Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tak kuasa menahan rasa haru saat Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan akan menjadikan eks Keresidenan Besuki sebagai museum cagar budaya.

RADARSITUBONDO.ID - Rencana penetapan bangunan eks Kerisidenan Besuki sebagai museum cagar budaya oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendapat sambutan positif dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Bahkan, hal ini dinilai akan menjadikan Situbondo sebagai satu-satunya daerah di wilayah Tapal Kuda yang memiliki museum sejarah.

Salah satu anggota TACB, Holil Budiarto, mengaku tidak menyangka bangunan peninggalan sejarah tersebut masih dinilai layak oleh kementerian untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. Ia pun menyatakan dukungan penuh, karena keinginan tersebut bukan hanya datang dari perorangan, melainkan menjadi harapan masyarakat luas.

“Kami sangat gembira dengan rencana ini, mengingat bangunan berusia puluhan tahun yang sarat makna sejarah itu selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal,” kata Holil, Senin (26/1).

Menurut dia, rencana menjadikan bangunan eks Kerisidenan Besuki sebagai museum merupakan keinginan bersama. Sebab, tidak ada daerah yang dapat tumbuh tanpa sejarah dan budaya. Dengan dimuseumkannya bangunan tersebut, masyarakat khususnya warga Situbondo akan mendapatkan pengetahuan dan edukasi tentang sejarah masa lalu.

“Pada 2018 lalu kami pernah mengusulkan karena kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Alhamdulillah, doa kami terkabul. Kini ada jalan agar Kawedanan Besuki dijadikan museum, bahkan langsung berskala nasional,” imbuhnya.

Holil menambahkan, rasa haru tidak hanya dirasakan oleh TACB dan masyarakat, tetapi juga oleh kepala daerah. Pasalnya, gedung bersejarah tersebut akan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Situbondo.

“Gedung eks Kerisidenan Besuki ini diupayakan Kemenbud untuk ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional. Jujur saya kaget, biasanya hanya sampai tingkat provinsi, tetapi ini langsung nasional,” jelasnya.

Dia berharap komitmen pemerintah pusat tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah, agar keinginan masyarakat benar-benar terwujud. Saat ini, Kemenbud hanya meminta agar persyaratan administrasi dari daerah segera dilengkapi agar prosesnya bisa cepat direalisasikan.

“Harapan saya, gedung ini benar-benar terwujud menjadi museum. Selain lebih mengedukasi masyarakat, juga bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Holil menjelaskan bahwa ketika bangunan tersebut dijadikan museum, manfaatnya akan jauh lebih terasa. Tidak hanya sebagai tempat melihat bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai cagar budaya.

“Selain itu, jika sudah menjadi museum, gedung ini akan lebih terawat dan terjaga. Semoga semua ini benar-benar terwujud seperti yang kami nantikan selama ini,” pungkasnya. (pri)

Editor : Edy Supriyono
#museum nasional #keresidenan besuki