RADARSITUBONDO.ID - Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN 1 Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, penuh rintangan. Sebab, jembatan menuju ke lokasi tersebut putus akibat diterjang banjir. Pengantar MBG harus melalui tebing curam dan jalan setapak, bahkan sungai penuh dengan batu.
Asisten Lapangan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Jatibanteng, Fajri mengatakan, pendistribusian MBG ke SDN Patemon hanya bisa diangkut menggunakan sepeda motor. “Jalan menuju SDN 1 Patemon kecil. Untuk mengantarkan menu MBG hanya bisa menggunakan sepeda motor,” ujar Fajri, Rabu (28/1).
Kata dia, perjuangan mengantarkan MBG semakin rumit setelah akses jalan berupa jembatan terputus akibat dihantam banjir bandang beberapa hari yang lalu. Itu mengakibatkan sejumlah petugas SPPG mencari jalan alternatif agar puluhan menu MBG tetap tersalurkan ke pelosok desa.
“Kami harus melintasi tebing curam berbatu, lecin dan sangat membahayakan bagi sopir pengantar MBG. Sebagian jalan yang kami lalui tertutup longsor,” kata Fajri.
Danramil Jatibanteng, Pelda Samsul Arifin, menegaskan, anggota TNI tidak tinggal diam melihat perjuangan SPPG. Upaya yang dilakukan menyingkirkan batu dari tengah jalan agar tidak mengganggu pengendara umum, khususnya pengantar MBG.
“MBG di SDN 1 Desa Patemon sempat terisolir akibat banjir dan longsor, kini sudah mulai normal Kembali. Itupun TNI harus mengawal pengantar mbtg hingga tiba di lokasi yang dituju,” tegas Samsul Arifin.
Dia mengaku, selain jalan yang dilalui sepeda motor cukup menantang, anggota SPPG juga harus menguras tenaga dengan berjalan kaki sajauh 300 meter untuk menuju sekolah. Sebab jalan yang ada tidak bisa dilewati sepeda motor.
“Puluhan menu MBG harus digotong dengan berjalan kaki, jadi kami juga membantu SPPG hingga MBG benar-benar tersalurkan pada siswa siswi SDN 1 Desa Patemon,” tutup Samsul Arifin. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono