Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Purbaya Percaya Diri Atasi Tantangan Ekonomi, Yakin Lebih Baik dari Menteri Sebelumnya

Bayu Shaputra • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:45 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

RADARSITUBONDO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil penuh percaya diri dengan menyebut kapasitasnya melampaui para pendahulunya. Keyakinan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026), sekaligus memaparkan optimisme pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan menembus 6 persen pada tahun ini.

“Saya memiliki cukup uang untuk mendorong ekonomi tumbuh 6% atau 6,5% atau 7%. Karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya,” ujar Purbaya secara terbuka di hadapan para pelaku ekonomi.

 Baca Juga: Di Tengah Tekanan Trump, Presiden Meksiko Berjanji Kirim Bantuan ke Kuba

Menkeu yang resmi menjabat sejak 8 September 2025 tersebut menilai, kinerja mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua dekade terakhir belum berjalan maksimal.

Ia menjelaskan, pada satu dekade pertama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, perekonomian lebih banyak bergantung pada sektor swasta, sementara peran pemerintah (khususnya dalam pembangunan infrastruktur) dinilai masih terbatas.

 Baca Juga: Putra Muammar Khadafi Tewas dalam Serangan Bersenjata

Situasi berubah pada era Presiden Joko Widodo yang menitikberatkan pembangunan infrastruktur. Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berupaya mengoptimalkan dua sumber pertumbuhan sekaligus, yakni sektor publik dan swasta. “Jika dua mesin ini berjalan bersamaan, pertumbuhan di atas 6 persen jauh lebih realistis,” tegasnya.

Purbaya bahkan memproyeksikan laju ekonomi nasional akan terus menguat, mencapai 6,5 persen pada 2027, mendekati 7 persen pada tahun berikutnya, hingga berpotensi menyentuh 8 persen menjelang 2029. Optimisme tersebut didasari keyakinannya dalam mengelola kebijakan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

 Baca Juga: Terekam CCTV, Perempuan Bermotor Jambret Kalung Siswi SD di Mangaran, Korban Trauma

Meski mengakui reformasi birokrasi bukan perkara mudah, Purbaya menegaskan dirinya memiliki otoritas untuk mengendalikan jalannya birokrasi, termasuk memangkas anggaran kementerian atau lembaga yang tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Fokus utamanya, kata dia, adalah memperkuat fundamental ekonomi domestik agar Indonesia menarik bagi investor asing tanpa harus bersikap “memelas”.

Terkait kekhawatiran pelaku pasar mengenai independensi Bank Indonesia pasca penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, Purbaya memastikan langkah tersebut tidak mengganggu kemandirian bank sentral.

Dengan rekam jejak sebagai mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan ekonom senior, Purbaya menegaskan komitmennya menghadirkan kebijakan fiskal yang lebih agresif dan progresif, berbeda dari pendekatan pendahulunya yang dikenal konservatif dan sangat berhati-hati.

Editor : Ali Sodiqin
#Purbaya Yudhi Sadewa