Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bukan Sekali Terjadi, Dugaan Kelalaian Higienitas MBG SPPG PP Nurul Hikam Terulang

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 9 Februari 2026 | 21:03 WIB
TEMPAT PARKIR: Seorang pekerja berjalan menuju dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) PP Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Jumat (6/2) lalu.
TEMPAT PARKIR: Seorang pekerja berjalan menuju dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) PP Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Jumat (6/2) lalu.

RADARSITUBONDO.ID – Kasus higienitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) PP Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo, ternyata bukan hanya terjadi sekali ini. Kejadian serupa disebut-sebut sudah berulang kali. Mulai dari buah busuk hingga makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi oleh siswa.

Sejumlah penerima manfaat mengeluhkan kondisi makanan MBG yang dianggap tidak layak konsumsi. Namun, para wali murid hanya bisa menyampaikan keluhan tersebut kepada guru untuk kemudian diteruskan kepada pihak SPPG.

Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Ia menyebut persoalan serupa tidak hanya terjadi sekali, bahkan dilaporkan terjadi di beberapa sekolah. Kondisi itu memicu kekhawatiran, mengingat program MBG menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak dan pelajar.

“Ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga pernah ada temuan serupa. Seharusnya pengelola lebih serius soal kebersihan dan kelayakan makanan,” ujar guru tersebut saat menerima laporan dari wali murid.

Dia menilai kelalaian ini menunjukkan lemahnya pengawasan, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian makanan MBG. Jika terus dibiarkan, menurutnya, makanan tersebut jelas tidak layak dikonsumsi anak-anak.

“Banyak yang bilang SPPG di sana tetap seperti itu, tidak ada perubahan dalam menjaga kualitas dan kebersihannya,” imbuhnya.

MASIH KOTOR: Wadah makanan (ompreng) Program Makan Bergizi Gratis terlihat tidak bersih karena masih menyisakan sisa makanan kemarin di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) PP Nurul Hikam.
MASIH KOTOR: Wadah makanan (ompreng) Program Makan Bergizi Gratis terlihat tidak bersih karena masih menyisakan sisa makanan kemarin di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) PP Nurul Hikam.

Guru perempuan itu juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu sempat ditemukan buah yang sudah hampir busuk, berubah warna, bahkan terdapat bercak hitam, namun tetap dibagikan kepada siswa. “Saya sebagai guru sudah menegur, meski hanya lewat media sosial TikTok. Tapi komentar saya justru dihapus oleh admin,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menyebut pengelola seolah tidak jera meski sudah beberapa kali mendapat teguran, baik dari pihak kecamatan maupun DPR beberapa waktu lalu.

“Belum sampai sebulan setelah ditegur, kejadian serupa sudah terulang lagi. Bahkan kalau tidak salah, kemarin juga sempat ditegur pihak kepolisian, tapi sekarang terjadi lagi,” ucapnya.

Sementara itu, pihak MBG PP Nurul Hikam Desa Kesambirampak enggan memberikan komentar. Salah seorang perwakilan yang tidak bersedia disebutkan namanya hanya berjanji akan memberikan nomor kontak Asisten Lapangan (Aslap) yang dinilai lebih memahami persoalan tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, nomor yang dijanjikan belum diberikan.

Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga tidak mendapatkan respons. “Saya kasih nomor Aslap saja ya, soalnya dia yang lebih tahu,” katanya singkat. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #MBG Situbondo