RADARSITUBONDO.ID - Duka mendalam menyelimuti Kota Surabaya. Ketua DPRD Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, meninggal dunia pada Selasa malam (10/2) pukul 20.36 WIB.
Politikus senior PDI Perjuangan yang akrab disapa Cak Awi itu mengembuskan napas terakhir di RS MRCCC Siloam Jakarta setelah menjalani perawatan intensif akibat kanker hati. Ia wafat dalam usia 57 tahun.
Jenazah almarhum diterbangkan dari Jakarta ke Surabaya pada Rabu (11/2) siang. Saat ini jenazah disemayamkan di Grand Heaven, Taman, Sidoarjo. Rangkaian prosesi penghormatan dan pemakaman telah dijadwalkan.
Baca Juga: Harapan Potong Rambut Frank Ilett Kandas, MU Gagal Raih Kemenangan Kelima
Misa requiem digelar Rabu sore pukul 18.30 WIB di lokasi persemayaman. Selanjutnya, pada Kamis (12/2) pukul 11.00 WIB akan dilangsungkan misa kebangkitan yang diteruskan dengan ibadah tutup peti sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyampaikan bahwa penghormatan terakhir untuk almarhum juga akan dilaksanakan di Kantor DPRD Surabaya pada Rabu pukul 16.00 WIB.
Prosesi tersebut terbuka bagi anggota dewan, jajaran sekretariat, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan kepada sosok yang dikenal teduh dan mengedepankan dialog tersebut.
Baca Juga: Tren Kemenangan Beruntun Man United Terhenti di Kandang West Ham
Sebelum bertolak ke Jakarta untuk menjalani pengobatan, Cak Awi sempat menyampaikan pesan menyentuh kepada Arif Fathoni. “Pak Waka, terima kasih atas kebaikan selama ini. Jika belum sempat saya balas di kehidupan ini, akan saya balas di kehidupan selanjutnya,” demikian pesan yang dikenang Fathoni.
Adi Sutarwijono lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968. Ia menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya selama dua periode, yakni 2019–2024 dan 2024–2029. Sebelum berkiprah di dunia politik, ia dikenal sebagai jurnalis dan pernah bekerja di Harian Surya serta Majalah Tempo.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengenang almarhum sebagai pribadi pekerja keras, konsisten pada prinsip, dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.
Kepergian Cak Awi meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar DPRD Surabaya, kader PDIP, dan masyarakat Surabaya yang mengenalnya sebagai pemimpin sederhana dan menyejukkan.
Editor : Ali Sodiqin