Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Terungkap! SPPG Nurul Hikam Ternyata Pernah Ditegur Kecamatan, Keluhan MBG Terus Berulang

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 11 Februari 2026 - 20:27 WIB
Kantor Kecamatan Kapongan di Jalan Raya Banyuwangi, Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Rabu (11/2).
Kantor Kecamatan Kapongan di Jalan Raya Banyuwangi, Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Rabu (11/2).

RADARSITUBONDO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan PP Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, sebelumnya ternyata sudah pernah mendapat teguran dari  Kecamatan Kapongan. Langkah itu diberikan karena banyaknya keluhan dari warga penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Data yang diterima Koran ini, Keluhan yang muncul saat itu serupa dengan kejadian beberapa hari terakhir. Karena banyak warga mengeluh, pihak kecamatan mendatangi SPPG untuk melakukan pembinaan.

“Iya benar, saat itu kami mendatangi SPPG karena ada keluhan dari warga penerima manfaat MBG,” kata Camat Kapongan, Roy Hidayat, Rabu (11/2).

Menurutnya, keluhan datang dari wali murid karena kejadian serupa terus berulang. Pihak kecamatan pun melakukan teguran dan pembinaan demi menjaga kualitas makanan serta kenyamanan penerima manfaat MBG. “Saat itu kami sudah bertemu dengan kepala dapur, ahli gizi, dan korkap,” imbuhnya.

Roy mengatakan saat itu telah disepakati bahwa pihak dapur dan yayasan akan memperbaiki kekurangan yang ada agar kejadian serupa tidak terus berulang. “Waktu itu sudah sepakat akan memperbaiki kinerja masing-masing,” jelasnya.

Camat Kapongan menyebutkan, keluhan yang diterima dari penerima manfaat beragam. Mulai dari buah busuk hingga adanya semut atau hewan lain di dalam makanan.

Setelah mendapat teguran, kondisi sempat membaik selama kurang lebih satu minggu. Namun, belakangan keluhan kembali muncul. “Tidak tahu kenapa sekarang ramai lagi. Katanya ada semut atau hewan lain di makanan,” tegasNYA.

Roy juga menjelaskan, saat pembinaan sebelumnya pihak dapur mengakui masih mengalami kesulitan berkoordinasi dengan pihak yayasan. Sehingga pelaksanaan MBG belum berjalan maksimal. Hal itu diduga menjadi salah satu penyebab terulangnya kejadian serupa. Meski demikian, alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran. “Intinya mereka menyampaikan masih sulit berkoordinasi dengan pihak Yayasan PP Nurul Hikam,” ujarnya.

Roy berharap pihak SPPG Yayasan PP Nurul Hikam dapat lebih memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Ia menegaskan, kejadian yang telah viral hendaknya menjadi evaluasi agar tidak kembali terulang. “Saya harap ke depan bisa menyajikan MBG yang lebih berkualitas dan benar-benar diperhatikan demi siswa,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#SPPG #MBG Situbondo #prabowo