RADARSITUBONDO.ID - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang menegaskan penolakan terhadap permintaan maaf dan ajakan damai yang disampaikan Bahar bin Smith terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap anggotanya.
Sikap tersebut tetap diambil meskipun Bahar telah menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video yang beredar pada Rabu (11/2/2026).
Kasatkorcab Banser Kota Tangerang, Slamet Purwanto, menyatakan hingga kini pihaknya belum menerima permintaan maaf secara langsung dari Bahar. Menurutnya, informasi terkait permohonan maaf tersebut baru diketahui melalui media sosial.
“Secara langsung kami tidak menerima permohonan maaf dari Bahar Smith. Termasuk saudara Rida juga belum menerima video permintaan maaf itu,” ujar Slamet.
Dalam video yang beredar, Bahar tampak didampingi sejumlah rekannya saat menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa Rida. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), organisasi tempat korban bernaung.
Baca Juga: Bahar bin Smith Sampaikan Permintaan Maaf kepada Korban Banser dan GP Ansor
Namun demikian, Banser Kota Tangerang tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan proses hukum. Slamet menegaskan tidak ada ruang damai dalam kasus tersebut.
“Sekali lagi atas nama Banser Kota Tangerang tidak ada kata damai. Lanjutkan, tuntaskan, dan penjarakan Bahar Smith,” tegasnya.
Rida selaku korban juga menyampaikan kekecewaannya atas penangguhan penahanan Bahar. Ia berharap aparat penegak hukum memproses perkara ini hingga tuntas.
“Saya berharap Bahar segera ditersangkakan, ditangkap, dan dipenjarakan. Saya tetap lanjut selesaikan kasus ini sampai tuntas,” kata Rida.
Baca Juga: Akhirnya! WhatsApp Web Bisa Telepon dan Video Call Langsung dari Browser
Sementara itu, kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, mengajukan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice kepada Polres Metro Tangerang Kota. Permohonan penangguhan penahanan diajukan dengan alasan Bahar merupakan tulang punggung keluarga sekaligus memiliki tanggung jawab sebagai pengajar santri.
Kasus ini bermula dari insiden di Cipondoh, Tangerang, pada 21 September 2025. Saat itu, Rida menghadiri acara ceramah Bahar bin Smith. Rida diduga hendak bersalaman, namun diamankan oleh pengawal dan mengalami dugaan penganiayaan hingga tak sadarkan diri.
Editor : Ali Sodiqin