Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung Hingga Lebaran 2026, BMKG Imbau Waspada

Bayu Shaputra • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:53 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem.
Ilustrasi cuaca ekstrem.

RADARSITUBONDO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem dengan intensitas hujan sedang hingga lebat masih akan melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga Maret 2026.

Periode tersebut bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 21–22 Maret 2026.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan wilayah Indonesia bagian selatan menjadi kawasan yang paling berpotensi terdampak.

Daerah seperti Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Kalimantan, hingga Sulawesi Selatan diprediksi masih mengalami cuaca ekstrem yang bervariasi hingga Februari–Maret 2026.

Menurut dia, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026. “Wilayah selatan ekuator, termasuk Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan, dan Sulawesi Selatan, masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem sampai Februari hingga Maret,” ujarnya.

 Baca Juga: Bahar bin Smith Sampaikan Permintaan Maaf kepada Korban Banser dan GP Ansor

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan kondisi ini dipicu anomali suhu muka laut. Suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia tercatat lebih rendah dari normal, sedangkan perairan Indonesia relatif lebih hangat. Situasi tersebut mendorong terbentuknya awan-awan konvektif tinggi yang memicu hujan lebat di berbagai daerah.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah mencatat curah hujan kategori ekstrem. Jakarta misalnya, mengalami hujan dengan intensitas 171,8 milimeter per hari pada akhir Januari 2026. Banten mencatat 148,9 milimeter per hari, Jawa Barat 106,8 milimeter per hari, dan Sumatera Selatan 86,2 milimeter per hari.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan potensi hujan ekstrem sekaligus mempercepat penanganan dampak bencana hidrometeorologi.

 Baca Juga: Polisi Kanada Ungkap Identitas Pelaku Penembakan yang Tewaskan Sembilan Orang

Untuk periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026, BMKG mengeluarkan peringatan dini level Siaga bagi wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Peringatan angin kencang juga disampaikan untuk Bali, NTT, NTB, serta Kalimantan Barat.

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Warga juga diminta aktif memantau informasi resmi melalui laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

Dengan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran diimbau mempertimbangkan faktor cuaca saat menyusun jadwal keberangkatan.

BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) pada aplikasi InfoBMKG untuk membantu pemudik memantau kondisi cuaca sepanjang jalur perjalanan.

Editor : Ali Sodiqin
#bmkg #cuaca ekstrem