RADARSITUBONDO.ID - Warga Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pelajar pada Jumat (13/2) malam.
Korban berinisial ZAAQ (14), siswa kelas VII di SMPN 26 Bandung, ditemukan tidak bernyawa di area semak belukar lahan bekas objek wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri.
Jasad korban pertama kali terendus setelah seorang kreator konten tengah melakukan siaran langsung di TikTok untuk eksplorasi konten misteri di lokasi tersebut. Dalam siaran itu, tercium bau menyengat yang kemudian diketahui berasal dari jasad korban.
Baca Juga: Trump Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah untuk Tingkatkan Tekanan pada Iran
Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengaku menerima informasi dari rekannya yang menonton siaran langsung tersebut sekitar pukul 20.45 WIB. Pihak sekolah kemudian memastikan identitas korban melalui seragam dan topi yang tersimpan di dalam tas milik ZAAQ.
Berdasarkan keterangan sekolah, ZAAQ terakhir terlihat pada Senin (9/2) saat mengikuti pelajaran olahraga. Ketika itu, ia mengenakan kaos olahraga milik ayahnya dan menyimpan seragam sekolah di dalam tas. Sejak Selasa (10/2) malam, keluarga telah melaporkan korban hilang.
Hasil visum awal menunjukkan adanya delapan luka tusuk di bagian perut serta luka akibat benda tumpul di bagian belakang kepala. Jenazah sempat dibawa ke RS Sartika Asih untuk proses autopsi sebelum dimakamkan di Garut, kampung halaman ibunya.
Baca Juga: Polisi Prancis Tembak Mati Pria yang Membawa Sajam di Arc de Triomphe
Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra menyampaikan bahwa Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil meringkus dua terduga pelaku pada Sabtu (14/2) malam di wilayah Banyuresmi, Garut. Keduanya berinisial YA (16) dan YP (17), yang masih berstatus anak di bawah umur.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain jaket milik korban, sebilah sangkur, dan belati yang disebut telah dipersiapkan sejak dari Garut serta disembunyikan di dalam jok sepeda motor.
Titin Supriatin menyampaikan duka mendalam atas kepergian siswanya. Ia mengenal ZAAQ sebagai pribadi pendiam, tidak pernah terlibat masalah, serta merupakan anak yatim. Pihak sekolah mengaku sangat terpukul dan berkomitmen memperkuat pengawasan demi melindungi siswa dari segala bentuk kekerasan.
Editor : Ali Sodiqin