Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

MBG di PP Nurul Hikam Tanpa Susu, Wali Murid Kecewa: Anak Pilih Bawa Bekal dari Rumah

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 15 Februari 2026 - 20:11 WIB
DIGANTI TELUR: Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) PP Nurul Hikam tidak menyertakan susu dalam menunya, Kamis (12/2).
DIGANTI TELUR: Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) PP Nurul Hikam tidak menyertakan susu dalam menunya, Kamis (12/2).

RADARSITUBONDO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Pesantren Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo, disebut tidak pernah menyertakan susu. Padahal komponen tersebut menjadi salah satu yang paling ditunggu para siswa.

Data yang diterima Koran ini, program makan bergizi biasanya terdiri atas karbohidrat, lauk, sayur atau buah, serta susu untuk melengkapi kebutuhan gizi siswa. Namun berbeda dengan SPPG di Desa Kesambirampak. Seorang wali murid penerima MBG yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan anak-anak tidak pernah mendapatkan susu.

“Sejak Kamis kemarin, kelas rendah sampai kelas empat tidak ada telur, apalagi susu juga tidak ada,” ujarnya.

Dia menambahkan, bukan hanya kelas rendah, siswa di kelas lain pun mengalami hal yang sama. Padahal di lokasi MBG lain, menu makanan disebut lengkap dengan susu sebagai tambahan gizi. “MBG di tempat lain ada susunya, kok di sini tidak ada,” imbuhnya.

Menurutnya, sebagai program makan bergizi seharusnya seluruh komponen gizi terpenuhi. Ia mengaku sempat mendapat penjelasan bahwa pihak penyedia kesulitan menemukan susu untuk dibeli. Sebagai pengganti, siswa kelas empat ke atas hanya diberi telur rebus. “Katanya sulit mencari susu, lalu diganti telur rebus,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, wali murid harus membawa plastik sendiri dari rumah untuk wadah makanan karena menu hanya berupa abon dan roti. Ia menilai susu penting karena umumnya disukai anak-anak sekolah dasar. “Kasihan anak-anak, yang ditunggu susu tapi tidak ada,” katanya.

Dia juga mengungkapkan anaknya menjadi tidak berselera makan dengan menu yang disediakan, hingga memilih membawa bekal dari rumah. “Anak saya sampai bilang lebih baik dibawakan bekal saja dari rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak SPPG PP Nurul Hikam Desa Kesambirampak belum dapat memberikan komentar terkait menu MBG yang tidak pernah menyertakan susu dalam penyajiannya kepada siswa. Saat dihubungi melalui WhatsApp, panggilan tidak diangkat meski nada dering terdengar aktif. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #SPPG #MBG