RADARSITUBONDO.ID - Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop) resmi mengoperasikan call center nasional yang terintegrasi dengan command center sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan koperasi berbasis digital.
Ferry menjelaskan, call center nasional ini disiapkan sebagai kanal resmi pengaduan bagi anggota koperasi yang mengalami kendala atau kebingungan dalam menyampaikan laporan. Layanan tersebut menjadi alternatif selain pelaporan kepada aparat penegak hukum.
“Setiap laporan akan diproses melalui standar operasional prosedur yang jelas dan transparan. Mulai dari penerimaan laporan, estimasi waktu penanganan dalam hitungan hari, hingga tahapan tindak lanjut di instansi terkait,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Sekadar Fomo, Begini Cara Jaga Komitmen Tarawih 30 Hari
Menurut Ferry, sistem ini memungkinkan setiap pengaduan terukur serta dapat dipantau progres penanganannya. Dengan begitu, masyarakat memiliki kepastian mekanisme penyelesaian.
Pembentukan call center ini menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu berbasis data yang dilengkapi early warning system. Selama ini, data koperasi di Kemenkop dinilai masih bersifat pasif karena mengandalkan mekanisme self-declare. Kondisi tersebut menyulitkan pemerintah dalam membaca situasi riil koperasi di lapangan.
Melalui command center yang terintegrasi, Kemenkop dapat mendeteksi gejala awal persoalan koperasi secara lebih cepat. Sistem peringatan dini ini diharapkan mampu mencegah potensi masalah berkembang hingga merugikan anggota.
Baca Juga: Persib Wajib Menang 4-0 atas Ratchaburi demi Lolos ke Perempat Final
Tak hanya itu, Ferry juga mengusulkan pembentukan lembaga penjamin simpanan khusus koperasi dalam rancangan Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional mendatang. Skema tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan simpanan anggota koperasi setara dengan nasabah perbankan.
Dengan digitalisasi dan penguatan pengawasan ini, Kemenkop menargetkan tata kelola koperasi di Indonesia semakin profesional dan akuntabel.
Pemerintah berharap kepercayaan publik terhadap koperasi sebagai sokoguru perekonomian kerakyatan dapat terus meningkat.
Editor : Ali Sodiqin