RADARSITUBONDO.ID - Ledakan hebat yang diduga kuat dari petasan terjadi di rumah nenek Kulsum, 60, warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Rabu (28/2). Peristiwa menghebohkan ini mengakibatkan satu rumah hancur total. Bahkan, satu orang bernama Supriyadi, 50, meninggal dunia. Sedangkan enam korban lainnya mengalami luka bakar serius.
Korban ledakan yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif adalah nenek Kulsum. Dia mengalami patah tulang dan luka bakar. Samsul, 22, yang diduga peracik petasan mengalami luka bakar pada sekujur badannya. Tak hanya itu, riko, 25; Abdur, 15; Fais, 20 dan Fino, 15, yang diduga sama-sama berada di dalam rumah juga mengalami luka bakar.
"Total korban ledakan ada tujuh orang, satu meninggal, enam korban lain masih dirawat di RSUD Situbondo," ungkap Samsul Arifin, 45, salah satu tetangga nenek Kulsum.
Kata dia, nenek Kulsum sebagai pemilik rumah hidup sendirian. Namun keponakannya, Samsul sering bermain. Diduga kuat Samsul sedang membuat petasan di dalam rumah. "Samsul ini rumahnya di utara, lumayan jauh. Mungkin bikin petasan di dalam rumah nenek Kulsum karena sepi," ujar Arifin.
Kata dia, saat proses pembuatan petasan ada banyak anak-anak yang berada di dalam rumah. Termasuk Nenek Kulsum. "Katanya nenek Kulsum lagi memasak di dapurnya. Mungkin mau membuat kopi. Tidak tahu juga kepastiannya," imbuh Arifin.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, tujuh orang tersebut merupakan korban ledakan petasan. Itu dibuktikan dengan temuan beberapa batang petasan di lokasi kejadian. "Petasan yang sudah berserakan berdiameter 4 sentimeter dan panjang 15 sentimeter," tegas AKBP Bayu. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono