RADARSITUBONDO.ID - Polres Metro Depok menyiapkan langkah berbeda dalam menangani aksi tawuran remaja selama Ramadan 2026.
Alih-alih menempuh jalur penahanan, kepolisian akan mengikutsertakan para pelaku dalam program pesantren kilat yang digelar di markas komando.
Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, menegaskan kebijakan ini merupakan upaya pembinaan karakter sekaligus pendekatan persuasif kepada generasi muda. Program tersebut ditujukan bagi remaja yang tetap nekat terlibat tawuran maupun pelanggaran lain seperti bermain petasan pada malam hari.
Baca Juga: Jangan Sekadar Fomo, Begini Cara Jaga Komitmen Tarawih 30 Hari
Pernyataan itu disampaikan Abdul Waras usai menghadiri kegiatan Ngopi Bersama dengan insan pers dan unsur TNI di wilayah Sukmajaya, Jumat (13/2). Ia menyebut, kebijakan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang menginginkan suasana Ramadan berlangsung aman dan kondusif.
Menurutnya, aksi tawuran kerap terjadi pada malam hingga dini hari dan meresahkan warga. Karena itu, pihaknya menilai pendekatan pembinaan spiritual selama Ramadan bisa menjadi solusi untuk menekan angka kenakalan remaja.
“Jika masih membandel dan tetap melakukan tawuran, akan kami ikutkan pesantren kilat,” tegasnya, Rabu (18/2).
Baca Juga: Persib Wajib Menang 4-0 atas Ratchaburi demi Lolos ke Perempat Final
Program pesantren kilat itu akan dipusatkan di lingkungan Polres Metro Depok. Selain pembinaan keagamaan, peserta juga akan mendapatkan edukasi terkait kedisiplinan dan tanggung jawab sosial.
Tak hanya itu, Polres Metro Depok juga membentuk patroli gabungan bersama Kodim 0508 Depok guna mengantisipasi gangguan keamanan selama Ramadan. Patroli difokuskan pada jam-jam rawan terjadinya tawuran.
Abdul Waras turut mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, khususnya pada malam hari. Ia meminta orang tua memastikan keberadaan anak serta tujuan mereka keluar rumah.
Baca Juga: Prabowo Tiba di Washington DC, Siap Teken Perjanjian Dagang dengan AS
Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan unsur Forkopimda untuk mengevaluasi kegiatan sahur on the road yang dinilai kerap disalahgunakan dan berpotensi memicu konflik antar kelompok remaja.
Dengan strategi tersebut, kepolisian berharap Ramadan tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan memberi ruang bagi generasi muda untuk memperbaiki diri melalui pembinaan yang lebih edukatif.
Editor : Ali Sodiqin