RADARSITUBONDO.ID - Prabowo Subianto resmi mengangkat Mayor Jenderal TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 yang diumumkan pada Kamis (19/2).
Prihati menggantikan Ali Ghufron Mukti yang telah memimpin BPJS Kesehatan sejak 2021. Pergantian ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menyampaikan bahwa proses penetapan direksi dan Dewan Pengawas telah melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi IX DPR RI. Selanjutnya, nama-nama yang diajukan mendapat persetujuan dalam Rapat Paripurna DPR.
Baca Juga: 1.500 UMKM Ajukan Vorsa, Cuma 5 yang Cair! Banyak Tertolak karena Tanggungan Bank dan BI Checking
Prihati Pujowaskito lahir di Solo pada 29 Maret 1967. Ia dikenal sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan dengan rekam jejak panjang di lingkungan militer. Selama sepuluh tahun, ia bertugas sebagai Dokter Komando Pasukan Khusus.
Kariernya di bidang kesehatan militer berlanjut sebagai Kepala Departemen Jantung di RSPAD Gatot Soebroto periode 2018–2021. Setelah itu, ia dipercaya menjabat Direktur Pengawasan Medik di rumah sakit yang sama hingga 2023.
Sebelum ditetapkan sebagai Dirut BPJS Kesehatan, Prihati menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Militer di Universitas Pertahanan Republik Indonesia sejak 2023.
Dari sisi pendidikan, Prihati merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan meraih spesialisasi jantung di Universitas Airlangga. Ia juga menempuh pendidikan militer melalui Sepamilsuk ABRI.
Selain mengangkat direktur utama, Presiden turut melantik tujuh direktur lainnya serta Dewan Pengawas yang diketuai Stevanus Adrianto Passat. Pengangkatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, dengan masa jabatan lima tahun dan opsi perpanjangan satu kali periode.
Editor : Ali Sodiqin