Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pilot Pelita Air Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Kargo di Nunukan

Bayu Shaputra • Jumat, 20 Februari 2026 | 11:45 WIB
Pelita Air pastikan investigasi pesawat AT-802 jatuh di Nunukan masih berlangsung.
Pelita Air pastikan investigasi pesawat AT-802 jatuh di Nunukan masih berlangsung.

RADARSITUBONDO.ID - Tragedi penerbangan terjadi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di wilayah pegunungan Krayan Timur, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026). Pesawat kargo milik Pelita Air Service dilaporkan jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan.

Dalam insiden tersebut, pilot berpengalaman Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54) dinyatakan meninggal dunia. Almarhum diketahui memiliki total jam terbang lebih dari 8.000 jam dan telah bergabung dengan perusahaan sejak Juli 2021.

Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA sebelumnya menyelesaikan misi distribusi program BBM Satu Harga dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Long Bawan.

Pesawat tiba sekitar pukul 11.00 WITA dengan membawa sekitar 4.000 liter Pertalite untuk kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil Krayan.

 Baca Juga: Nasib Iran Ditentukan dalam 10 Hari Kedepan

Setelah proses pembongkaran muatan selesai, pesawat kembali mengudara pada pukul 12.10 WITA menuju Tarakan. Namun, sekitar pukul 12.20 WITA, menara pengawas di Malinau menerima laporan dari pilot pesawat lain yang menangkap sinyal darurat Emergency Locator Transmitter (ELT) dalam radius sekitar lima kilometer dari landasan.

Seorang warga Desa Pa’ Betung bernama Jerry mengaku melihat pesawat melintas dengan kepulan asap hitam sebelum akhirnya menukik dan jatuh di kawasan hutan pegunungan Pa’ Ramayo.

Saat kejadian, cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar enam kilometer serta awan rendah di ketinggian 1.400 kaki.

Tim gabungan dari Lanud Tarakan, Basarnas, TNI, dan masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Bangkai pesawat ditemukan pada pukul 13.25 WITA. Jenazah pilot berhasil dievakuasi pada pukul 14.33 WITA dan selanjutnya dibawa ke RS Pratama Long Bawan.

 Baca Juga: AKBP Didik Putra Kuncoro Dipecat, Terbukti Terlibat Narkoba

Manajemen Pelita Air Service memastikan pesawat produksi 2013 tersebut dalam kondisi laik terbang dan telah menjalani perawatan rutin terakhir pada 15 Februari 2026.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi bersama pihak perusahaan telah memberangkatkan tim investigasi ke Long Bawan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk memenuhi seluruh hak dan santunan kepada keluarga korban serta memberikan pendampingan selama masa duka.

Editor : Ali Sodiqin
#Pesawat Pelita Air Jatuh