RADARSITUBONDO.ID - Penyidik Satreskrim Polres Situbondo, memastikan ledakan hebat di Mimbo, Kecamatan Banyuputih belum lama ini, murni dari pembuatan petasan. Diduga kuat ledakan terjadi pada saat para korban sedang sibuk memproduksi petasan di dalam rumah dengan jumlah yang cukup banyak.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menerangkan, Satreskrim Polres Situbondo sudah melakukan rangkaian penyelidikan termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil sementara menerangkan, bahwa ledakan memang murni dari proses pembuatan petasan.
"Kami mengamankan setidaknya 18 item barang bukti. Mulai bubuk bahan peledak serta selongsong petasan," ungkap Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Minggu (22/2).
Ledakan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, mengakibatkan tanah di dalam rumah berbentuk cekungan. Lubang berdiameter 52 cm dengan kedalaman tujuh cm. Lubang tersebut diduga kuat adalah pusat terjadinya ledakan.
"Lubang itu bukan itu untuk menyimpan, yang namanya ledakan dia pasti akan menekan kemana-mana, termasuk membuat cekungan. Bahannya masih Low explosives, masih rendah. Ini murni petasan, tidak ada indikasi digunakan untuk bom ikan," kata AKBP Bayu.
Sementara itu, kondisi korban yang menjalani rawat inap di RSUD masih belum bisa diminta keterangan. Sehingga polisi belum bisa memastikan penyebab terjadinya ledakan hingga mengakibatkan banyak korban luka.
“Korban masih syok dan belum bisa dimintai keterangan. Khususnya yang lukanya di atas 50 persen," ungkapnya.
Kapolres menegaskan, dalam proses penyelidikan, polisi juga menggunakan drone. Dari kamera terbang itulah polisi dapat mendeteksi kerusakan dampak dari ledakan petasan. Total kerusakan mencapai 12 rumah.
“Total rumah yang rusak ada 12, baik yang rusak parah dan yang rusak ringan, kalau yang rusak total ya rumah yang diduga ditempati bikin petasan,” pungkas AKBP Bayu. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono