Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras Premium untuk Jemaah Haji 2026

Bayu Shaputra • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:30 WIB

Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras.

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Indonesia menorehkan babak baru dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji. Untuk pertama kalinya, beras premium produksi dalam negeri diekspor ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

Sebanyak 2.280 ton beras premium dikirim dalam tahap awal untuk mencukupi kebutuhan 205.420 jemaah.

Kebijakan ini sekaligus mengakhiri ketergantungan pada beras impor dari Vietnam dan Thailand yang selama ini menjadi pasokan utama konsumsi jemaah di Tanah Suci.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan langkah tersebut diambil setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. Sepanjang 2026, stok beras nasional tercatat menembus lebih dari 4 juta ton.

“Ini pertama kalinya beras lokal digunakan untuk kebutuhan haji. Kita bukan hanya swasembada, tetapi sudah mampu memasok kebutuhan luar negeri,” ujarnya.

 Baca Juga: Arsenal Obok-Obok Tottenham 4-1 di Derby London Utara

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan beras yang dikirim memiliki standar mutu internasional. Tingkat pecahan maksimal hanya 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen. Angka tersebut lebih ketat dibanding standar beras premium domestik yang umumnya memiliki pecahan hingga 15 persen.

Menurut Rizal, beras premium dipilih karena teksturnya pulen dan sesuai dengan selera mayoritas masyarakat Indonesia. Berbeda dengan beras basmati yang cenderung pera dan kurang diminati jemaah.

Pengiriman dijadwalkan dimulai pada pekan ketiga Februari 2026. Pemerintah juga menyiapkan cadangan tambahan hingga 3.000 ton untuk mengantisipasi kebutuhan ekstra.

Setiap jemaah akan memperoleh 170 gram nasi per porsi makan, dengan total 78 kali konsumsi di Mekkah, 27 kali di Madinah, serta 6 kali di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

 Baca Juga: Olahraga Malam Setelah Ibadah Terawih, Amankah untuk Kesehatan?

Target harga beras saat tiba di dapur penyedia layanan ditetapkan Rp16.000 per kilogram. Pemerintah optimistis kebijakan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan konsumsi jemaah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras berkualitas di pasar global.

Bahkan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi disebut telah menginstruksikan seluruh dapur layanan di Mekkah dan Madinah untuk menggunakan beras asal Indonesia.

Kebijakan ini dinilai membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas pada masa mendatang.

Editor : Ali Sodiqin
#Indonesia ekspor beras