Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Wali Murid Protes Menu MBG SPPG Mlandingan, Hanya Roti, Pisang dan Abon Dinilai Tak Sesuai Anggaran

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 24 Februari 2026 | 21:29 WIB

HALAMAN DAPUR: Beberapa sepeda motor terparkir di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mlandingan Kulon, Yayasan Rohman Baitul Makmur, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, Senin (23/2).
HALAMAN DAPUR: Beberapa sepeda motor terparkir di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mlandingan Kulon, Yayasan Rohman Baitul Makmur, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, Senin (23/2).

RADARSITUBONDO.ID – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mlandingan dikeluhkan wali murid. Pasalnya, menu yang diterima siswa dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi anggaran karena hanya berisi roti, pisang, dan abon dengan perkiraan harga sekitar Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu perporsi.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap penerima manfaat. Namun, ia menilai menu yang dibagikan pada Senin (23/2) tersebut tidak mencerminkan nilai anggaran yang seharusnya diterima siswa.

“Menunya ada tiga jenis, pisang, abon, dan roti. Kalau ditaksir, harganya sekitar Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per porsi,” ujarnya.

Menurutnya, menu yang diterima siswa terkesan kurang layak karena hanya terdiri dari beberapa jenis makanan. Ia membandingkan dengan menu di SPPG lain yang dinilai lebih beragam. Saat ini, kata dia, menu yang dibagikan memang berupa makanan kering karena menyesuaikan dengan bulan puasa. “Sekarang menggunakan menu kering karena bulan puasa,” ungkapnya.

Dia juga menilai tidak seharusnya ada perbedaan antara porsi besar dan porsi kecil apabila anggaran yang diterima sama. Menurutnya, seluruh penerima manfaat MBG seharusnya mendapatkan perlakuan dan kualitas menu yang setara. “Tidak usah membedakan antara porsi besar dan porsi kecil kalau anggarannya sama,” tegasnya.

Selain itu, ia berharap ke depan SPPG Mlandingan melakukan evaluasi agar pelayanan kepada siswa bisa lebih maksimal. Ia juga menyoroti kualitas makanan yang dinilai kurang segar. “Rotinya sudah kusut, buahnya juga kurang fresh. Ke depan, anggaran dan kualitas bahan makanannya perlu diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SPPG Mlandingan kulon, Diki Ainur Razikin mengatakan, ada dua menu yang disalurkan. Yaitu menu besar yang disalurkan kepada siswa kelas empat SD ke atas sampai SLTA serta untuk ibu hamil dan ibu menyusui. "Menu besar anggaran Rp10 ribu, beli abon Rp 3 ribu, roti coklat Rp 2.500, pisang Rp 2 ribu dan telur puyuh empat butir Rp 1.875 sehingga jumlahnya Rp 9.375 dan sisa Rp 625," terangnya.

Diki menjelaskan bahwa menu kecil disalurkan kepada siswa kelas tiga SD ke bawah. Menu keduanya sama, hanya saja yang menu besar ada telur puyuh dan menu kecil tidak ada. "Menu kecil anggarannya Rp 8 ribu, beli abon Rp 3 ribu, roti coklat Rp 2.500 dan pisang Rp 2 ribu sehingga jumlahnya Rp 7.500 dan sisa Rp 500," jelasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#SPPG #MBG #BGN