RADARSITUBONDO.ID – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mimbaan 003, Kecamatan Panji, Situbondo, diprotes sejumlah wali murid. Pasalnya, makanan yang diterima siswa dinilai tidak sesuai harapan. Selain buah yang disebut sudah tidak segar dan berair, distribusi juga dilakukan secara rapel, yakni jatah tiga hari dibagikan dalam satu hari tanpa keterangan yang jelas.
Sejumlah wali murid mengaku keberatan atas pola distribusi tersebut. Mereka menilai pengiriman secara rapel seharusnya dilakukan jika ada kendala tertentu, seperti hari libur, bukan dalam kondisi normal. “Kan aneh tiba-tiba pengiriman dirapel tanpa alasan. Setahu saya, itu bisa dirapel ketika menghadapi hari libur. Ini tidak ada apa-apa malah dirapel,” kata salah satu wali murid penerima manfaat MBG, Rabu (25/2).
Dia menambahkan, menu dari Senin hingga Rabu dijadikan satu kali pengiriman. Biasanya hanya ketika jumat dengan hari sabtu. Menurutnya, komposisi makanan juga dinilai kurang mencerminkan standar gizi yang layak, terkesan hanya formalitas agar tercatat sudah menyalurkan program. “Seakan-akan makan bergizi hanya dijadikan formalitas saja. Padahal kalau dilihat dari menunya, saya rasa tidak mencerminkan makanan bergizi,” tambah wali murid yang meminta namanya dirahasikan tersebut.
Pria itu juga mengaku kecewa karena program yang diharapkan memberi manfaat bagi siswa justru menimbulkan pertanyaan. Terlebih, buah yang diterima anaknya disebut sudah berair. “Buahnya sudah berair. Anak saya langsung memberitahu saya, sudah tidak ada susu juga, "tegasnya.
Menurutnya, program MBG seharusnya mengedepankan kualitas gizi, bukan sekadar menyalurkan makanan. Ia mempertanyakan tujuan program jika kualitas menu tidak menjadi perhatian utama. “Kalau hanya mengirim tanpa memperhatikan gizinya, lalu apa tujuan program itu?” ujarnya.
Selain itu, dia menyoroti pilihan roti yang dinilai tidak bermerek dan kualitasnya diragukan. Dengan anggaran besar dari pemerintah pusat, ia berharap menu yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi. "Paling tidak ada la salah satu dianatara menu makanan itu yang berkualitas seperti besaran anggarannya," tegasnya.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Situbondo telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG Mimbaan 003. Namun, saat dihubungi melalui telepon, nomor yang bersangkutan tidak aktif. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp juga belum mendapat balasan hingga berita ini diturunkan. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono