RADARSITUBONDO.ID - Indonesia masih menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga awal Maret 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di berbagai wilayah, terutama daerah di selatan ekuator.
Melalui Direktur Meteorologi Publik, Andri Ramdhani, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa curah hujan tinggi diperkirakan berlangsung selama periode Februari hingga Maret 2026.
Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan. Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 di Samudra Hindia berperan dalam meningkatkan pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat hingga tengah. Selain itu, gelombang Kelvin juga terpantau aktif di wilayah Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Barat.
Faktor lain yang memperkuat potensi hujan adalah fenomena La Niña kategori lemah serta keberadaan sistem tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Lampung. Kombinasi kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat di sejumlah daerah.
Berdasarkan data BMKG, intensitas hujan tertinggi tercatat pada 20–23 Februari 2026. Wilayah DKI Jakarta mencatat curah hujan 179,7 milimeter per hari, sementara Jawa Barat mencapai 168,5 milimeter per hari. Selain itu, wilayah yang perlu waspada meliputi Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan seluruh Pulau Jawa.
Status siaga juga diberlakukan di sejumlah provinsi, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di beberapa wilayah rawan bencana. Koordinasi dilakukan antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah untuk mengurangi risiko banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pohon besar, baliho, dan papan reklame yang berpotensi roboh saat hujan disertai angin kencang. Informasi perkembangan cuaca dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi media sosial BMKG.
Editor : Ali Sodiqin