Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Yayasan PP Nurul Hikam Pecat Aslap ZN, Diduga Biang Keladi Ramainya Keluhan MBG

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 1 Maret 2026 | 21:39 WIB

Yayasan Pondok Pesantren (PP) Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan akhirnya mengambil langkah tegas dengan memberhentikan asisten lapangan (Aslap) ZN.
Yayasan Pondok Pesantren (PP) Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan akhirnya mengambil langkah tegas dengan memberhentikan asisten lapangan (Aslap) ZN.

RADARSITUBONDO.ID - Yayasan Pondok Pesantren (PP) Nurul Hikam, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan akhirnya mengambil langkah tegas dengan memberhentikan asisten lapangan (Aslap) ZN. Diduga kuat, pria tersebut tidak menjalankan fungsinya dengan baik sehingga menjadi penyebab banyaknya keluhan dari penerima MBG SPPG Nurul Hikam satu bulan terakhir.

Kepastian pemecatan Aslap ZN terungkap dari surat yang dikirim Ketua Yayasan PP Nurul Hikam, KH Yunus Zaini kepada Kepala BGN Cq Korda SPPG Jember. Diungkapkan, ada satu orang di SPPG Nurul Hikam yang di anggap bekerja kurang maksimal.

“Setelah mendengarkan masukan banyak pihak-pihak, maka kami Yayasan mengambil langkah tegas untuk membebas tugaskan atau memberhentikan  sdr ZN sebagai relawan SPPG MBG Nurul Hikam yang menjabat sebagai aslap,” kata KH Yunus kepada Koran ini.

Dengan langkah tersebut diharapkan SPPG MBG Nurul Hikam dapat berjalan dengan normal kembali sesuai dengan harapan BGN dalam melayani penerima manfaat dengan baik.

Dalam surat tersebut juga diungkapkan kepada Kepala BGN Cq Korda SPPG Jember tentang kronologi kejadian sehingga menimbulkan kegaduhan di SPPG Nurul Hikam. Ketegangan berawal dari kejadian 10 Desember 2025 ada kejadian air mampet di SPPG. Namun yang memperbaiki langsung KH Yunus. Sedangkan kepala dapur tidur dan aslap hanya modar-mandir.

Berlanjut 15  Desember 2025 terjadi trobel pada mobil pengangkut ompreng. Sehingga KH Yunus turun sendiri dengan mobilnya. Sedangkan kepala dapur dan aslap hanya melihat saat santri-santri memasukkan ompreng MBG ke dalam mobil. Berlanjut 16 Desember 2025 terjadi cekcok antara santri dengan kepala dapur dan aslap. Bahkan, sampai adu fisik antar mereka. Operasional dapur sempat terhenti selama lima hari.

“Pada 22 Desember 2025 Aslap membawa relawan baru tanpa koordinasi dan sepengetahuan pihak yayasan. Namun,  Pada 08 Januari 2026 relawan tersebut sudah tidak lagi bekerja di SPPG Nurul Hikam,” terang Kiai Yunus.(rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #SPPG #MBG #BGN