RADARSITUBONDO.ID - Puluhan pemudik dari Bali ke Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, tidak kebagian tiket kapal fery , Senin lalu (2/3). Akibatnya banyak pemudik yang nekat naik kapal kayu agar bisa tiba ke kampung halaman.
Anwar Sanusi, pemudik asal Raas mengaku terpaksa menggunakan perahu kayu untuk berlayar ke Raas. Sebab jika tidak memilih jalan tersebut, maka tidak kunjung tiba ke kampung halaman. Apalagi kapasitas kapal fery juga terbatas.
“Rencana memang mau naik kapal fery, tapi sudah tidak kebagian tiket. Terpaksa naik perahu meskipun tidak terjamin keamanannya. Tapi alhamdulillah saya tiba juga ke Raas dengan selamat. Ini sudah Bersama keluarga,” kata Anwar Sanusi, melalui sambungan telepon, Selasa (3/3).
Dikatakan, naik perahu kayu memang cukup menegangkan. Pada saat mau naik saja sudah mengerikan. Apalagi pada saat menaikkan sepeda motor ke atas perahu. Harus dipikul hingga bisa diletakkan di atas perahu.
“Penumpang sekaligus sepeda motor jadi satu di atas perahu kayu. Yang bikin tegang saat terjadi ombak. Kalau cauaca enak, ya asik juga. Kita menikmati suasana laut selama lima jam, ya termasuk lancar,” ungkap Anwar.
Dia mengaku, sengaja mudik lebih awal. Harapannya ingin mendapat tiket kapal fery. Namun sama saja dengan tahun sebelumnya. Tetap tidak kebagian.
“Tahun lalu saya tidak kebagian tiket hingga tertahan di Pelabuhan Jangkar. Sekarang mudik lebgih awal juga tidak kebagian tiket. Sudah full penmumpang. Apalagi kapal fery hanya berlayar satu kali dalam sepekan,” tutup Sanusi. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono