Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tak Kebagian Tiket Feri, Pemudik Nekat Naik Perahu Kayu di Pelabuhan Jangkar

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:15 WIB

JALAN PINTAS: Nelayan menaikkan sepeda motor pemudik ke atas kapal motor di pesisir Pelabuhan Kesyahbandaran Jangkar, Senin lalu (3/3).
JALAN PINTAS: Nelayan menaikkan sepeda motor pemudik ke atas kapal motor di pesisir Pelabuhan Kesyahbandaran Jangkar, Senin lalu (3/3).

RADARSITUBONDO.ID - Puluhan pemudik dari Bali ke Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, tidak kebagian tiket kapal fery , Senin lalu (2/3). Akibatnya banyak pemudik yang nekat naik kapal kayu agar bisa tiba ke kampung halaman.

Anwar Sanusi, pemudik asal Raas mengaku terpaksa menggunakan perahu kayu untuk berlayar ke Raas. Sebab jika tidak memilih jalan tersebut, maka tidak kunjung tiba ke kampung halaman. Apalagi kapasitas kapal fery juga terbatas.

“Rencana memang mau naik kapal fery, tapi sudah tidak kebagian tiket. Terpaksa naik perahu meskipun tidak terjamin keamanannya. Tapi alhamdulillah saya tiba juga ke Raas dengan selamat. Ini sudah Bersama keluarga,” kata Anwar Sanusi, melalui sambungan telepon, Selasa (3/3).

Dikatakan, naik perahu kayu memang cukup menegangkan. Pada saat mau naik saja sudah mengerikan. Apalagi pada saat menaikkan sepeda motor ke atas perahu. Harus dipikul hingga bisa diletakkan di atas perahu.

“Penumpang sekaligus sepeda motor jadi satu di atas perahu kayu. Yang bikin tegang saat terjadi ombak. Kalau cauaca enak, ya asik juga. Kita menikmati suasana laut selama lima jam, ya termasuk lancar,” ungkap Anwar.

Dia mengaku, sengaja mudik lebih awal. Harapannya ingin mendapat tiket kapal fery. Namun sama saja dengan tahun sebelumnya. Tetap tidak kebagian.

“Tahun lalu saya tidak kebagian tiket hingga tertahan di Pelabuhan Jangkar. Sekarang mudik lebgih awal juga tidak kebagian tiket. Sudah full penmumpang. Apalagi kapal fery hanya  berlayar satu kali dalam sepekan,” tutup Sanusi. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Arus Mudik 2026 #pelabuhan jangkar situbondo