RADARSITUBONDO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Hadi di Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo, terpaksa menghentikan sementara pengiriman program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa. Penghentian tersebut dilakukan berdasarkan keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN) karena ditemukan ketidaksesuaian standar mutu dan kelayakan konsumsi pada makanan yang didistribusikan.
Berdasarkan informasi yang beredar, SPPG Al-Hadi tidak lagi mengirimkan MBG sejak Selasa (3/3) setelah menerima surat keputusan dari BGN. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa operasional SPPG dihentikan sementara waktu hingga batas yang belum ditentukan. Keputusan lanjutan sepenuhnya menjadi kewenangan BGN pusat.
Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa penghentian dilakukan karena ditemukan makanan MBG yang dinilai tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi. Atas temuan tersebut, BGN mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional SPPG Yayasan Al-Hadi Kalibagor.
Dejak penutupan itu, para siswa tidak lagi menerima MBG dari SPPG Kalibagor. “Iya, mulai hari ini (Selasa 3/3) tidak lagi mengirim MBG ke sekolah atau ke siswa,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Dia menambahkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi. Namun, dalam beberapa hari terakhir memang muncul sejumlah keluhan terkait kelayakan MBG di Situbondo. “Yang pasti BGN mengambil langkah itu karena ada masalah. Masalahnya seperti apa saya kurang tahu,” imbuhnya.
Menurutnya, dari informasi yang diketahuinya dalam surat tersebut, penghentian sementara dilakukan karena persoalan standar mutu dan kelayakan konsumsi. Langkah itu dinilai sebagai upaya menjaga kualitas makanan bagi siswa penerima manfaat, mengingat program tersebut menggunakan anggaran yang cukup besar.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Asisten Lapangan (Aslap) atau Kepala Dapur SPPG Yayasan Al-Hadi belum membuahkan hasil. Konfirmasi melalui akun media sosial resminya juga belum mendapat tanggapan langsung.
Namun, dalam unggahan terbaru di media sosial resminya, pihak SPPG membenarkan bahwa sejak Selasa (3/3) operasional dihentikan sementara. Dalam pernyataan tertulis tersebut, pihak yayasan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak berkenan serta menyatakan akan melakukan pembenahan. “Kami bukan berhenti, tetapi sedang berbenah. Mohon doa dan pengertiannya selama kami tidak beroperasi,” tulis pihak SPPG dalam pernyataan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak BGN terkait detail temuan maupun batas waktu penghentian operasional tersebut. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono