RADARSITUBONDO.ID - Warga di sejumlah tempat di Situbondo mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 Kg. Selain sulit didapatkan harganya juga sangat mahal. Warga yang butuh rela membeli dengan harga Rp 25 ribu.
Eksan salah satu warga Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa mengatakan, elpiji melon sulit dicari dalam dua hari terakhir. Dia sudah mendatangi sejumlah pengecer, namun rata-rata kehabisan stok. Untuk mendapat 1 elpiji dia harus membeli ke luar desa.
“Saya beli elpiji melon di Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, itupun hanya dapat satu, harganya Rp 25 ribu. biasanya kalau kondisi normal hanya Rp 20 hingga Rp 21 ribu,” ujar Eksan, Rabu (4/3).
Kata dia, kesulitan elpiji perlu disikapi oleh pemerintah. Sebab sering terjadi pada saat Bulan Ramadan, apalagi saat mendekati hari raya Idul Fitri.
“Yang butuh bukan hanya saya, yang lain jga butuh. Karena elpiji ini adalah kebutuhan masyarakat, ya pemerintah harus bantu untuk mencari solusi agar LPG tidak langka da yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) untuk ditindak,” tegas Eksan.
Herman salah satu penjual tabung mengatakan, kelangkaan tabung diakibatkan oleh meningkatnya pengguna elpiji melon. Solusi agar bisa menemukan elpiji jangan beli di toko, namun langsung datang ke pangkalan.
“Kalau membeli ke pangkalan langsung mungkin masih banyak. Kalau cari di toko-toko sudah langka,” tegas Herman.
Pantauan koran ini, elpiji di SPBU Panji juga terbatas. Terbukti pukul 11.00 ratusan tabung elpiji yang berada di luar tampak kosong. Karyawan SPBU juga mengaku tidak mengetahui kapan datangnya elpiji ke SPBU.
“Saya tidak tahu kapan kami dapat kiriman. Kalau tadi pagi masih banyak. Sekarang sudah tidak ada, tidak tahu kapan mau dikirimi,” pungkas salah satu karyawan SPBU Panji yang enggan namanya dikorankan. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono