Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cuaca Buruk di Perairan Madura, Kapal dari Pelabuhan Jangkar Ditunda Hingga 7 Maret

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:44 WIB

PELAYARAN DITUNDA: Kapal Feri di Pelabuhan Jangkar, Kecamatan Jangkar, tidak bisa berangkat karena cuaca ekstrem, Rabu (4/3).
PELAYARAN DITUNDA: Kapal Feri di Pelabuhan Jangkar, Kecamatan Jangkar, tidak bisa berangkat karena cuaca ekstrem, Rabu (4/3).

RADARSITUBONDO.ID – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan menunda keberangkatan kapal dari Pelabuhan Jangkar menuju sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, sejak Rabu (4/3). Kebijakan tersebut diambil akibat cuaca buruk yang terjadi di perairan Madura dan sekitarnya.

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto mengatakan, penundaan dilakukan demi keselamatan penumpang. Cuaca buruk yang melanda perairan Madura menyebabkan KMP Dharma Kartika tujuan Pulau Raas harus menunda pelayaran. “Terjadi cuaca buruk di perairan Madura dan sekitarnya sehingga kami menunda keberangkatan kapal rute Jangkar–Raas,” katanya.

Herland menambahkan, berdasarkan prediksi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya pada 3 Maret 2026, terdapat potensi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di wilayah Madura dan sekitarnya. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pelayaran. “Peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin diperkirakan terjadi mulai 4 hingga 7 Maret 2026,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan, rute Pelabuhan Kalianget yang seharusnya berangkat kemarin turut ditunda karena alasan yang sama. Kemungkinan penyeberangan akan ditunda selama empat hari terakhir hingga kondisi perairan Madura kembali normal. “KMP Wicitra Dharma Kartika di Pelabuhan Kalianget yang seharusnya berangkat hari ini ke Pelabuhan Jangkar juga ditunda,” jelasnya.

Menurut Herland, tinggi gelombang di perairan Madura diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya kapal penumpang, kapal nelayan, dan kapal berukuran kecil. “Kami mengimbau seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda agar menunda keberangkatan kapal sampai kondisi cuaca dinyatakan aman. Kecuali kapal rute Jangkar–Lembar, NTB, yang tetap beroperasi karena dinilai aman,” ujarnya.

Herland menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, keberangkatan kapal menuju sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep, seperti Raas, Sapudi, Kalianget, dan Kangean, untuk sementara ditunda. “Penundaan dilakukan hingga cuaca kembali membaik demi keselamatan bersama,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan seluruh operator dan nakhoda kapal untuk memantau perkembangan informasi dan pembaruan cuaca maritim, minimal dua jam sebelum waktu keberangkatan. Jika terjadi peningkatan kondisi cuaca yang membahayakan, agar segera menghubungi syahbandar terdekat. “Tetap cek dan ricek sebelum melakukan penyeberangan, minimal dua jam sebelum berangkat. Jika dalam pelayaran terjadi kendala, segera laporkan kepada syahbandar terdekat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” pesannya.

Langkah tersebut merupakan bentuk mitigasi risiko guna mencegah terjadinya kecelakaan laut akibat cuaca buruk, sekaligus sebagai komitmen dalam menjaga keselamatan jiwa dan ketertiban pelayaran di wilayah perairan Madura dan sekitarnya. “Mitigasi ini bagian dari komitmen kami untuk keselamatan semua pihak, baik nakhoda maupun penumpang,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#pelabuhan jangkar situbondo #arus mudik