RADARSITUBONDO.ID - Pemkab Situbondo berencana menemui Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI). Langkah tersebut dilakukan setelah ada pengaduan melalui media sosial yang menimbulkan kekhawatiran bahwa lebih dari tiga warga Situbondo terjebak di Timur Tengah yang didera konflik perang.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa penanganan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri yang terjebak konflik perang saat ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait karena dikhawatirkan warga Situbondo yang terjebak tidak hanya tiga orang. “Rencananya saya akan bertemu Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI). Itu yang akan kami lakukan,” katanya.
Rio menambahkan, data yang masuk saat ini baru mencatat tiga warga asal Situbondo, termasuk yang menyampaikan aduan melalui media sosial. Karena itu, pihaknya meminta jajaran terkait terus melakukan pemantauan untuk mengetahui berapa banyak pekerja migran asal Situbondo yang bekerja di wilayah tersebut agar mereka dapat segera dipulangkan sehingga berkumpul kembali dengan keluarganya.
“Yang sudah terdata ada tiga orang. Saya yakin masih banyak PMI asal Situbondo yang bekerja di Timur Tengah. Karena itu saya minta kepala dinas aktif mencari informasi terkait hal tersebut,” jelasnya.
Bupati Rio juga bergerak cepat setelah menerima curahan hati warga melalui siaran langsung di TikTok. Ia langsung memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan Situbondo untuk membentuk posko pengaduan, baik secara online maupun offline, guna mempermudah pendataan PMI asal Situbondo yang bekerja di Timur Tengah. “Karena yang berkomunikasi adalah pemerintah pusat, yakni negara Indonesia dengan negara lain, maka pengelolaannya mengikuti kebijakan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun demikian, Pemkab Situbondo siap memberikan dukungan apabila diperlukan, terutama karena para pekerja tersebut merupakan warga Situbondo. “Kalau nantinya dibutuhkan tiket atau fasilitas lain, kami siap membantu menyiapkan,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono