Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak, Kru KMP Trimas Laila Selamatkan Pria Asal Banyuputih Situbondo dari Maut

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 6 Maret 2026 | 19:48 WIB

ALAMI LAKA: Puji Pranoto berada di atas perahu terbalik di tengah laut perairan utara Taman Nasional Baluran, Kecamatan Banyuputih, Kamis lalu (5/3).
ALAMI LAKA: Puji Pranoto berada di atas perahu terbalik di tengah laut perairan utara Taman Nasional Baluran, Kecamatan Banyuputih, Kamis lalu (5/3).

RADARSITUBONDO.ID - Perahu yang dinaiki Puji Pranoto, warga Dusun Sidodadi, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, terbalik di tengah laut perairan Taman Nasional, Kecamatan Banyuputih, Kamis lalu (5/3). Pria 45 tahun tersebut selamat dari maut karena tertolong kru kapal KMP Trimas Laila.

Puji Pranoto mengatakan, perahu fiber yang dikemudi tiba-tiba terbalik setelah dihantam ombak sekitar pukul 9.30. Saat perahu terbalik dia hanya bisa pasrah menunggu ada pertolongan yang bisa menyelamatkan.

“Belum dapat ikan tiba-tiba ada ombak besar menghantam perahu. Begitu perahu tenggelam saya langsung melompat. Beruntung perahu masih mengapung sehingga saya bisa duduk di atas perahu,” ujar Puji, Jumat (7/3).

Sejak perahu karam, Puji hanya bisa berdoa agar ada bantuan. Beberapa jam kemudian ada KMP Trimas Laila yang melintas. Namun dia sempat tidak yakin bakal mendapat pertolongan, sebab lokasinya sangat jauh. Beruntung ada kru yang melihat sehingga bisa tertolong.

“Kalau saya melihat dengan jelas kepada KMP Trimas Laila, tapi belum tentu sebaliknya. Ternyata masih ada yang melihat saya dan kru kapal bersedia memberi pertolongan. Andai tidak ada yang nolong mungkin saya tenggelam lalu ikut arus entah ke mana,” tegas Puji.

Dia sangat bersyukur karena sudah diselamatkan dari ancaman maut. Namun dia harus menanggung ganti rugi yang cukup besar. Sebab perahu fiber yang dinaikinya hasil menyewa kepada nelayan lain. “Satu unit perahu fiber beserta mesinnya lumayan mahal, kurang lebih Rp 45 jutaan. Itu harus diganti,” ujar Puji.

Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa menegaskan jika pihaknya langsung bergerak cepat begitu mendapat laporan permintaan evakuasi dari Kapten KMP Trimas Laila. “Kami dapat informasi ada kapal dari Lembar menuju Pelabuhan Jangkar, mengavukasi nelayan tenggelam. Setelah dapat laporan langsung bergerak,” tutur Gede.

Korban langsung dibawa ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapat penanganan tim medis. Ternyata hasil pemeriksaan nelayan yang mengalami musibah di tengah laut dinyatakan baik-baik saja dan bisa pulang ke rumah.

"Kami minta para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca terkini dan melengkapi diri dengan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung saat melaut. Puji ini jadikan contoh. Sudah tahu cuaca ekstrem masih berlayar dan tidak membawa jaket pelindung,” tutup Gede. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#nelayan #laka laut