Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Panic Buying BBM di Situbondo! Antrean SPBU Mengular 3 Hari, Pengisian Pertalite Kini Dibatasi

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 8 Maret 2026 | 20:40 WIB

MENGULAR: Antrean panjang terjadi di SPBU Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Minggu (8/3).
MENGULAR: Antrean panjang terjadi di SPBU Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Minggu (8/3).

RADARSITUBONDO.ID - Warga Situbondo termasuk yang mengalami panic buying. Terbukti, antrean di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular selama tiga hari berturut-turut. Pengisian BBM jenis pertalite juga mulai dibatasi.

Hasyim, 27, salah satu warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, mengaku malas untuk antre di SPBU Panji. Namun karena BBM adalah kebutuhan pokok, sehingga dirinya harus masuk ke barisan antrean panjang.

“Karena kendaraan butuh pertalite gimana lagi ya harus ikut antre. Sekarang mau berangkat pagi, siang dan sore tetap saja harus antre. Kecuali SPBU tutup,” kata Hasyim, sambal tertawa lepas, Minggu (8/3).

Dikatakan, alternatif lain menghindari antrean di SPBU bisa mendatangi warung madura. Namun sejumlah pengecer juga mulai kehabisan stok. Sebab sudah tidak mendapat kiriman dari pengimbal pertalite.

“Di toko-toko yang biasa jual eceran pertalite juga kosong. Mereka ngaku hanya dapat kiriman pertalite dari pengimbal. Saat ini pengsian sudah dibatasi. Mungkin karena terlalu banyak yang beli pertalite,” tegas Hasyim.

Salah satu pengimbal BBM yang enggan disebutkan namanya mengaku, saat ini pengisian pertalite mulai dibatasi. Itu mengakibatkan para pengimbal harus ikut antre hingga berjam-jam. Alasannya meskipun pengimbal menggunakan tangka motor kapasitas besar, belinya hanya dibatasi Rp 100 ribu.

“Biasanya kalau isi tangki Suzuki Thunder bisa isi 15 liter, sekarang dibatasi hanya 10 liter. Tangki motor yang sudah dimodivikasi lebih besar juga percuma, beli maksimal hanya bisa 10 liter.  Rata-rata pengimbal ya juga mengaku resah,” ucap pria berhidung mancung tersebut.

Dikatakan, sebenarnya stok BBM di sejumlah SPBU masih aman. Hanya saja yang mengisi meningkat berlipat-lipat dari hari-hari biasa. Ditambah sebaran di media sosial yang mengabarkan sejumlah SPBU mulai tutup karena kehabisan stok.

“Sekarang info di tiktok macam-macam, ada yang bilang BBM bakal langka gara-gara perang di timur tengah. Padahal sudah ada info dari pemerintah kalau BBM masih aman dalam 20 hari ke depan. Tapi karean yang beli makin banyak ya mungkin stoknya bisa habis juga. Intinya ya stok masih aman, hanya yang beli lebih banyak saja,” tegasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #Panic Buying BBM