RADARSITUBONDO.ID - Anggota BPBD Situbondo melakukan pencarian dua orang terhanyut banjir, di Kecamatan Jatibanteng, Senin (9/3). Dua korban tersebut adalah Jaelani, 53, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng, dan Tohari, 44, warga Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng.
Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, Jaelani dan Tohari dinyatakan terhanyut banjir pada Sabtu lalu (7/3). Saat itu terjadi hujan deras sehingga mengakibatkan banyak rumah terendam banjir hingga mengalami kerusakan.
“Dua korban terhanyut banjir sejak hari Sabtu lalu. Ini sudah pencarian hari ke tiga, dua-duanya belum ketemu” ujar Puriyono.
Dia menceritakan, Jeelani dipastikan terhanyut banjir setelah pihak keluarga menemukan celana training hitam nyangkut di batu aliran sungai. Selain itu juga ditemukan arit, sendal yang diduga kuat milik Jelani.
“Jaelani ini bersama putranya, Mahfut sedang panen jagung milik tetangganya, Sabtu lalu. Begitu pekerjaan selesai, Mahfud pulang duluan, tapi sampai malam Jaelani tak kunjung pulang, air sungai sangat tinggi,” ucap Puriyono.
Sedangkan Tohari, warga Desa Patemon, pada hari Sabtu sedang mencari rumput. Sekitar pukul 16.30 hendak pulang ke rumah. Namun jalan untuk pulang buntu, sebab debit air di sungai yang sering dilewati sangat besar.
“Ada saksi yang melihat Tohari berdiri di pinggir sungai, bahkan Tohari sudah diingatkan agar tidak menyeberang, namun tetap memaksa hingga terbawa arus banjir yang sangat besar,” tegas Puriyono.
Puriyono mengimbau kepada warga kecamatan jatibanteng dan besuki agar ikut membantu memantau keberadaan dua korban. Segera kabarkan jika menemukan orang terhanyut di sungai.
“Kami berharap warga di pantaran sungai kecamatan Jatibanteng, dan sungai Besuki ikut memantau orang yang diduga kuat hanyur di sungai,” pungkas Puriyono. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono