Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

BGN Hentikan Sementara SPPG Pamekasan Usai Viral Menu MBG Lele Mentah di SMAN 2 Pamekasan

Bayu Shaputra • Kamis, 12 Maret 2026 - 22:36 WIB

Isi MBG yang benar tak seperti dalam video viral di SMAN 2 Pamekasan.
Isi MBG yang benar tak seperti dalam video viral di SMAN 2 Pamekasan.

RADARSITUBONDO.ID - Polemik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial berbuntut keputusan tegas.

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman yang berlokasi di Pademawu, Buddagan, Pamekasan.

Langkah ini diambil menyusul viralnya video penolakan menu MBG di SMAN 2 Pamekasan yang memperlihatkan paket makanan berisi ikan lele mentah, bahkan disebut masih hidup di dalam kotak distribusi.

Keputusan penghentian operasional tersebut disampaikan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro.

Menurutnya, penghentian sementara dilakukan karena persoalan tersebut dinilai menghambat proses distribusi program MBG di wilayah Pamekasan.

“Operasional SPPG dihentikan sementara sampai proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan selesai dilakukan oleh pihak yang berwenang,” ujar Dony dalam keterangannya.

Ia menegaskan, BGN tidak ingin persoalan teknis dalam penyediaan menu berdampak pada keberlanjutan program prioritas pemenuhan gizi masyarakat.

Peristiwa yang menjadi sorotan publik itu bermula pada Senin (9/3/2026). Pihak SMAN 2 Pamekasan menolak distribusi sebanyak 1.022 porsi menu MBG yang seharusnya menjadi jatah konsumsi siswa selama tiga hari.

Kepala sekolah Moh Arifin menjelaskan, paket makanan yang datang berisi dua iris tempe, dua iris tahu, serta seekor ikan lele yang masih mentah. Bahkan menurutnya, sebagian lele di dalam kemasan plastik masih bergerak.

“Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup. Kumis lelenya masih utuh. Kami khawatir dalam beberapa jam akan membusuk dan merusak makanan lainnya,” ujarnya.

Arifin menambahkan, keputusan penolakan diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa. Ia khawatir kondisi ikan yang tidak dimasak dapat memicu risiko keracunan makanan jika tetap didistribusikan.

“Jadi kami ambil sikap demi keselamatan anak-anak,” tegasnya.

Di sisi lain, pihak penyedia layanan MBG memberikan klarifikasi terkait menu tersebut. Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Muttawakil menyatakan bahwa ikan lele yang dikirim sebenarnya merupakan lele marinasi.

Metode ini, menurutnya, digunakan untuk mempertahankan kandungan gizi sekaligus memperpanjang daya tahan bahan makanan.

“Lele tersebut dimarinasi agar nutrisinya tidak berkurang dan bisa bertahan hingga satu hari sebelum dimasak,” jelasnya.

Fikri menilai, konsep distribusi bahan makanan tersebut sebenarnya masih aman apabila diolah sesuai prosedur yang telah disiapkan.

Klarifikasi juga datang dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menegaskan bahwa menu MBG yang disiapkan sebenarnya jauh lebih lengkap dari yang terlihat dalam video viral.

Menurutnya, paket MBG untuk siswa terdiri dari berbagai komponen gizi, yang berisi lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, dan buah naga

Namun video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian menu karena pihak sekolah menolak membuka paket makanan dari kendaraan distribusi.

“Video yang viral tidak menampilkan menu secara utuh karena paket tidak dikeluarkan dari kendaraan,” jelas Nanik.

BGN memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG di wilayah Pamekasan. Evaluasi ini meliputi standar keamanan pangan, prosedur distribusi, hingga mekanisme pengawasan kualitas menu.

Menurut BGN, standar keamanan makanan tetap menjadi prioritas utama agar program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebelum penghentian sementara ini, SPPG Pademawu Buddagan melayani sebanyak 3.329 penerima manfaat.

 

BGN berharap evaluasi ini dapat memperbaiki sistem distribusi makanan bergizi sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kasus viral ini menjadi perhatian luas karena program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi pelajar.

BGN menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas, keamanan pangan, serta standar gizi dalam setiap paket makanan yang didistribusikan.

“Keamanan pangan dan kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama,” tegas pihak BGN.

Dengan evaluasi yang tengah berjalan, operasional SPPG Pamekasan diharapkan dapat kembali berjalan normal setelah seluruh perbaikan dinyatakan tuntas.

Program MBG pun diharapkan tetap mampu memberikan manfaat optimal bagi ribuan penerima di wilayah Pamekasan dan sekitarnya.

Editor : Agung Sedana
#SPPG #Kasus lele mentah MBG #SMAN 2 Pamekasan