Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Menteri Pigai Siapkan Kelas HAM Khusus untuk Jurnalis

Bayu Shaputra • Jumat, 13 Maret 2026 | 08:30 WIB

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai.
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai.

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) meluncurkan program pelatihan khusus bagi kalangan jurnalis guna memperkuat pemahaman media terhadap isu hak asasi manusia di Indonesia.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemberitaan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan hak warga negara.

Peluncuran program tersebut diumumkan langsung oleh Menteri HAM, Natalius Pigai, dalam acara Kick Off dan Launching Program Media, Pers, dan Pembangunan Peradaban HAM yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (11/3).

Baca Juga: Menu MBG Mimbaan 003 Disorot Wali Murid, Hanya 4 Kelengkeng dan Jagung Goreng, Dinilai Tak Layak untuk Anak Sekolah

Menurut Pigai, kelas HAM bagi jurnalis akan dibuka secara nasional sehingga seluruh pekerja media di Indonesia memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Kami akan adakan kelas HAM untuk jurnalis. Jadi semua jurnalis di Indonesia akan bisa, kita buka kelas khusus untuk jurnalis,” ujar Pigai di hadapan peserta acara.

Baca Juga: Proyek GOR Situbondo Dilaporkan ke Kejaksaan, Biaya Komitmen Aktivis PMII Bongkar Dugaan Rp 3,5 Miliar

Program pelatihan ini dirancang untuk memperluas literasi jurnalis terkait perspektif HAM dalam praktik jurnalistik sehari-hari. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, diharapkan para wartawan mampu menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai hak asasi manusia.

Pigai menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai isu-isu HAM. Melalui pemberitaan yang berimbang dan berperspektif HAM, media dapat membantu memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan serta mendorong akuntabilitas berbagai pihak.

“Kami ingin jurnalis memahami bahwa setiap berita tentang konflik sosial, pembangunan, maupun kebijakan publik selalu memiliki dimensi HAM yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga: 4 Hari Hilang Terseret Banjir, Warga Jatibanteng Ditemukan Tewas Membusuk Nyangkut di Pohon Sungai

Dalam program ini, jurnalis yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikasi resmi dari Kementerian HAM. Sertifikasi tersebut memungkinkan para wartawan untuk ikut terlibat dalam kegiatan edukasi HAM di berbagai komunitas.

Pigai menjelaskan bahwa jurnalis yang telah tersertifikasi nantinya tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga dapat berperan sebagai penggerak literasi HAM di masyarakat.

“Mereka bisa mengajar HAM di komunitas jurnalis maupun masyarakat luas. Jadi dampaknya tidak berhenti di ruang redaksi saja, tetapi juga menjangkau masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.

Selain pelatihan, Kementerian HAM juga akan menggelar kompetisi karya jurnalistik bertema hak asasi manusia. Lomba tersebut bertujuan memberi ruang bagi wartawan untuk mengangkat berbagai cerita penting yang berkaitan dengan perjuangan keadilan, pelanggaran HAM, hingga proses pemulihan korban.

Kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan karya-karya jurnalistik berkualitas yang mampu menggugah empati publik serta mendorong perhatian terhadap isu-isu kemanusiaan di Indonesia.

Melalui karya jurnalistik yang kuat dan mendalam, media dapat menjadi sarana penting untuk memperjuangkan keadilan serta memastikan suara para korban tidak terabaikan.

Baca Juga: H-11 Lebaran, Arus Mudik Pelabuhan Jangkar Melonjak 60 Persen, ratusan Penumpang Serbu Kapal ke Madura

Pigai menegaskan bahwa pers memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk opini publik sekaligus menjaga kualitas demokrasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan media perlu terus diperkuat, terutama dalam konteks pembangunan yang berorientasi pada penghormatan terhadap HAM.

Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai pengungkap permasalahan sosial, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengampanyekan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pers berperan penting dalam membangun peradaban yang menghormati hak asasi manusia. Media mampu mendorong perubahan sosial melalui informasi yang akurat dan berperspektif keadilan,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Situbondo Gagalkan Peredaran 4,5 Kg Serbuk Mercon, Dua Pria Diciduk Saat Tunggu Pembeli

Dalam kesempatan tersebut, Pigai juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kebebasan pers di Indonesia. Ia bahkan menyatakan siap membela media ketika menghadapi tekanan atau intimidasi.

“Kalau ada orang yang dikritik, dianiaya, atau bahkan dibredel, saya akan pasang badan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh sejumlah media yang hadir dalam acara peluncuran program tersebut.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Polisi Perketat Penjagaan Toko Emas di Pasar Mimbaan, Modus Pencurian Pura-Pura Beli Diwaspadai

Melalui program Media, Pers, dan Pembangunan Peradaban HAM ini, Kementerian HAM berharap jurnalis dapat berperan lebih aktif dalam menyebarkan nilai-nilai hak asasi manusia di tengah masyarakat.

Dengan semakin meningkatnya pemahaman jurnalis terhadap isu HAM, pemberitaan media diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap hak warga negara sekaligus mendorong pembangunan nasional yang lebih adil dan berkeadilan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi yang berperan mengawali kebijakan publik serta menjaga akuntabilitas negara dalam menyediakan hak asasi manusia.

Editor : Agung Sedana
#Natalius Pigai #Kelas HAM untuk jurnalis