RADARSITUBONDO.ID - Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, mengutuk keras peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Insiden tersebut menambah panjang daftar kekerasan terhadap aktivisme dan memicu perhatian serius dari pemerintah.
Peristiwa itu terjadi setelah Andrie Yunus menyelesaikan kegiatan perekaman siniar atau podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Berdasarkan informasi yang tersebar, korban tiba-tiba diserang oleh pelaku yang menyiramkan cairan yang diduga udara keras ke tubuhnya.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuhnya. Saat ini ia tengah menjalani penanganan medis intensif untuk mengatasi luka yang dideritanya.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Oscar 2026 Berlangsung pertengahan Maret
Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terutama jika menyasar individu yang sedang menjalankan aktivitasnya secara sah. Ia menyampaikan kecaman keras terhadap pelaku serta menuntut agar proses hukum dilakukan secara tegas dan objektif.
"Saya sebagai Menteri HAM mengutuk keras penyiraman air keras tersebut. Saya meminta aparat kepolisian untuk segera mencari pelaku dan mengusut tuntas apa motif di balik kejadian ini, serta memastikan pelaku memproses hukum secara objektif agar rasa keadilan bagi korban dapat terwujud," ujar Pigai dalam pernyataannya.
Menurut Pigai, negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi setiap warga negara dari berbagai bentuk kekerasan, intimidasi, maupun tindakan yang mengancam keselamatan dan kehormatan individu.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Membatasi Akses Anak-anak Bermain Roblox
Ia menekankan bahwa hukum di Indonesia secara tegas melarang segala bentuk kekerasan yang merugikan orang lain. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diharapkan dapat bertindak cepat untuk mengungkap motif pelaku sekaligus di balik serangan tersebut.
“Negara melarang segala bentuk kekerasan atau tindakan yang melanggar hukum yang menyerang individu atau kehormatan warga negara,” tegasnya.
Pigai juga menilai bahwa respon cepat dari aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum. Penanganan kasus secara transparan dan akuntabel dinilai penting agar masyarakat memperoleh kepastian hukum.
Baca Juga: Akun Sosmed Bakal Diaktifkan pada 28 Maret 2026?
Menurutnya, langkah cepat kepolisian tidak hanya diperlukan untuk menangkap pelaku, tetapi juga untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani secara profesional dan terbuka. Dengan demikian, keadilan bagi korban dapat diwujudkan sekaligus memberikan pesan kuat bahwa negara tidak menoleransi tindakan kekerasan.
“Reaksi cepat aparat penegak hukum sangat dibutuhkan saat ini,” tambahnya.
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berharap aparat kepolisian segera mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut serta motif apa di baliknya.
Pengungkapan kasus secara menyeluruh dianggap penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara.
Baca Juga: Adu Banteng di Kendit Situbondo, Dua Motor Tabrakan Maut, Empat Orang Tewas Seketika
Kasus ini pun menjadi perhatian berbagai kalangan, khususnya komunitas pegiat HAM dan organisasi masyarakat sipil. Banyak pihak menilai bahwa serangan terhadap aktivisme merupakan ancaman serius terhadap kebebasan sipil di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian HAM menegaskan akan terus menjaga perkembangan penanganan kasus tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memastikan proses hukum berjalan sesuai prinsip keadilan dan perlindungan hak asasi manusia.
Editor : Agung Sedana