RADARSITUBONDO.ID – Proses pengambilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mimbaan 003 dikeluhkan sejumlah wali murid. Pasalnya, mereka harus mengantre dan menunggu cukup lama saat mengambil jatah MBG yang dirapel menjelang lebaran tersebut. Padahal, sudah memasuki hari libur sekolah.
Beberapa wali murid mengaku harus menunggu tidak sebentar karena menu MBG belum juga datang sebagaimana jadwal yang sudah beredar. Akibatnya, para orang tua dan siswa harus menunggu di halaman sekolah. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif karena membuat mereka harus meluangkan waktu lebih lama di lokasi pengambilan.
“Saya harus meluangkan waktu cukup lama hanya untuk mengambil MBG. Dari tadi saya sudah menunggu, padahal masih banyak pekerjaan di rumah,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, Senin (16/3).
Dia menambahkan, saat ini sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri sehingga banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun, demi mengambil MBG untuk anaknya, dia harus menunggu lama karena makanan tersebut tak kunjung datang. “Kalau seperti ini, sebenarnya tidak mendapatkan MBG pun tidak apa-apa daripada harus menunggu lama seperti ini. Rasanya seperti dipermainkan sebagai rakyat kecil. Apalagi kami datang dari rumah yang cukup jauh. Sampai di sekolah masih harus menunggu lama,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lainnya. Dia menilai proses pengiriman menu MBG yang harus diambil ke sekolah dengan waktu tunggu yang lama cukup merepotkan masyarakat. Terlebih saat ini sedang masa libur sekolah, sehingga seharusnya anak-anak bisa beristirahat dengan tenang di rumah. “Seharusnya kalau program ini memang untuk kebaikan anak-anak, paling tidak diberikan akses yang lebih layak bagi masyarakat. Jangan sampai harus menunggu lama seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Situbondo telah berupaya mengonfirmasi pihak SPPG Mimbaan 003 terkait keluhan tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Mimbaan 003 belum memberikan tanggapan. Saat dihubungi melalui telepon tidak ada jawaban, sedangkan pesan yang dikirim melalui WhatsApp hanya berstatus centang dua dan belum dibaca. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono