Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Anggaran BTT Situbondo Menipis, Bupati Rio Harap Bantuan Provinsi dan Pusat untuk Tangani Dampak Banjir

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:26 WIB

STATEMEN: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) sangat menipis untuk membantu korban terdampak bencana, belum lama ini.
STATEMEN: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) sangat menipis untuk membantu korban terdampak bencana, belum lama ini.

RADARSITUBONDO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menyatakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) saat ini kian menipis. Ini karena anggaran tersebut telah beberapa kali digunakan untuk membantu warga terdampak bencana yang terjadi berulang di Situbondo.

Jumlah warga terdampak bencana mencapai ribuan orang. Namun, hingga saat ini belum seluruhnya mendapatkan perbaikan, bahkan sebagian wilayah kembali terdampak bencana susulan. Dampak yang ditimbulkan pun cukup besar, baik terhadap rumah warga maupun fasilitas umum yang seharusnya segera diperbaiki.

“Yang terdampak sekitar ribuan orang, tapi yang kami beri bantuan saat ini diprioritaskan untuk rumah yang mengalami kerusakan. Belum bisa menjangkau semuanya,” kata Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, pasca memberikan bantuan terhadap warga terdampak banjir, senin (16/3).

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menambahkan, pemerintah daerah telah mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 6 miliar untuk bantuan kepada korban bencana. Kondisi tersebut membuat sisa anggaran BTT menjadi sangat terbatas. “Untuk bantuan seperti ini, sudah Rp6 miliar lebih yang kita keluarkan. Jadi BTT kita sekarang tinggal sangat tipis,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah harus membagi anggaran antara bantuan sosial dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Oleh karena itu, Pemkab Situbondo berupaya mencari tambahan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, khususnya untuk penanganan infrastruktur. “Kami sudah berkoordinasi dengan provinsi dan pusat. Paling tidak, untuk infrastruktur bisa mendapat tambahan bantuan,” tambahnya.

Rio juga menyebutkan, sebelumnya pemerintah daerah telah menerima bantuan berupa aspal dari pemerintah provinsi serta bronjong dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Seperti kemarin kita mendapat aspal dari gubernur, dan juga bantuan bronjong dari BBWS. Itu merupakan upaya, meski belum maksimal,” jelasnya.

Dia menegaskan, total kerusakan akibat banjir pertama di Situbondo diperkirakan mencapai sekitar Rp165 miliar. Kerusakan tersebut meliputi sektor pertanian serta infrastruktur seperti jalan dan jembatan. “Infrastruktur, jembatan ada 12 titik. Jalan juga banyak. Total kerusakan sekitar Rp165 miliar,” katanya.

Dalam program bantuan tersebut, pemerintah daerah memberikan bantuan hingga Rp10 juta bagi warga dengan rumah rusak berat. Sementara itu, untuk kerusakan ringan hingga sedang, bantuan diberikan antara Rp1 juta hingga Rp5 juta. “Bantuan harus digunakan sesuai kebutuhan. Nanti akan kita kontrol dan cek, karena masing-masing sudah ada klasifikasinya,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#BTT Situbondo #Pemkab Situbondo