Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jembatan Putus di Jatibanteng Akhirnya Bisa Dilalui, PT Sarana Bangun Nirwana dan Emak-Emak Turun Tangan

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 18 Maret 2026 | 19:09 WIB

ALAT BERAT: PT. Sarana Bangun Nirwana, dibantu warga memperbaiki sayap jembatan terdampak banjir, di Dusun Dauh, Desa/Kecamatan Jatibanteng, belum lama ini.
ALAT BERAT: PT. Sarana Bangun Nirwana, dibantu warga memperbaiki sayap jembatan terdampak banjir, di Dusun Dauh, Desa/Kecamatan Jatibanteng, belum lama ini.

RADARSITUBONDO.ID - Jembatan putus di Dusun Dauh, Desa/Kecamatan Jatibanteng, sudah bisa dinikmati kembali oleh warga setempat. Itu tidak luput dari kepedulian keluarga besar PT. Sarana Bangun Nirwana. Semua pekerjanya turun tangan sekaligus membawa alat berat untuk berkerja bakti.

Lukman Hakim, salah satu warga Dusun Dauh mengatakan, banjir bandang yang terjadi dua pekan lalu mengakibatkan pelipis/ pondasi jembatan jebol. Beruntung struktur jembatan masih utuh, sehingga tidak membutuhkan banyak anggaran untuk memperbaiki.

“Akibat diterjang banjir bandang, pelipis jembatan hancur, sehingga ratusan warga tidak bisa melintas. Padahal jembatan itu sangat dibutuhkan karena akses satu-satunya bagi tiga desa di Kecamatan Jatibanteng,” ujar Lukman, (18/3).

Beruntung ada PT. Sarana Bangun Nirwana yang memiliki kepedulian terhadap warga terdampak, sehingga mengajak seluruh karyawan untuk turun tangan dan melaksanakan kerjabakti di area jembatan yang putus.

“Karyawan PT. Sarana Bangun Nirwana juga membawa alat berat yang bisa membantu proses penimbunan pondasi/pelipis jembatan,” tegas Lukman.

Kata dia, melihat ada pemilik tambang yang peduli, warga setempat juga turun tangan, laki-laki maupun perempuan. Mereka mengangkut batu untuk menimbun pondasi Jembatan.

“Puluhan emak-emak, bapak-bapak ikut kerja bakti bantu pekerjaan PT. Sarana Bangun Nirwana,” tutur Lukman.

Direktur PT. Sarana Bangun Nirwana, H. Huda menerangkan, perbaikan jembatan dilakukan Senin lalu, (16/3). Proses membangun pondasi butuh waktu satu hari dengan melibatkan banyak warga.

“Pondasi yang rusak sepanjang 15 meter, kalau tidak pakai alat berat, hanya gotong royong maka tidak akan selesai dikerjakan sehari. Saat ini insyaallah daya tahannya makin kuat dari yang sebelumnya,” pungkas H. Hude. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#gotong royong #banjir situbondo