Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Lonjakan Pemudik ke Kepulauan Madura, KSOP Jangkar Tambah 7 Extra Trip hingga Hari H Lebaran

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 18 Maret 2026 | 19:14 WIB

 MENUNGGU GILIRAN: Para penumpang antre untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Jangkar (15/03). Mereka akan mudik pulang kampung menuju Kepulauan Madura, Raas, Sapudi, dan Kangean.
MENUNGGU GILIRAN: Para penumpang antre untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Jangkar (15/03). Mereka akan mudik pulang kampung menuju Kepulauan Madura, Raas, Sapudi, dan Kangean.

RADARSITUBONDO.ID – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Jangkar terus menyiapkan sejumlah extra trip untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik hingga hari H. Tercatat ada tujuh trip tambahan, baik melalui penambahan armada kapal maupun peningkatan frekuensi pelayaran dengan tujuan Kepulauan Raas, Sapudi, Kalianget, dan Kangean.

Meski puncak arus mudik terjadi pada tanggal 15 lalu, KSOP Jangkar masih terus menambah trip hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan dan antrean panjang di Pelabuhan Jangkar dengan tujuan kepulauan di Madura.

“Ada tujuh trip yang kami tambahkan untuk kapal reguler. Selain itu, juga ditambah kapal cepat Express Bahari 1F sebanyak delapan kali pelayaran. Kami juga menambah trip Munggiyolalu dengan tiga pelayaran, serta menyiapkan kapal Légara sebagai bantuan apabila dibutuhkan,” kata Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herlan Apriliyanto.

Herlan menjelaskan, penambahan extra trip dilakukan karena pada hari normal kapal reguler hanya melayani pelayaran dua hari sekali. Sementara itu, animo masyarakat untuk mudik ke kampung halaman, khususnya ke wilayah Sapudi, Raas, Kalianget, dan Kangean, cukup tinggi sehingga kapasitas kapal yang ada tidak mencukupi.

“Kapasitas kapal yang ada tidak memadai, sehingga kami perlu menambah extra trip pada kapal reguler serta menambah armada untuk memperlancar arus penumpang,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah pemudik tahun ini mengalami peningkatan sekitar sepuluh persen dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, penambahan extra trip menjadi langkah penting untuk mengantisipasi lonjakan serta antrean di Pelabuhan Jangkar.

“Peningkatan ini juga dipengaruhi oleh berdekatan atau berhimpitannya Hari Raya Idulfitri dengan Hari Raya Nyepi, sehingga pergerakan masyarakat dari Bali ke Pulau Jawa cukup tinggi, baik penumpang maupun kendaraan roda dua dan roda empat,” tambahnya.

Herlan juga mengungkapkan, kondisi dua hari besar keagamaan yang berdekatan membuat masyarakat cenderung melakukan perjalanan lebih awal sebelum adanya penutupan Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang. “Hal ini sudah menjadi pola rutin yang dilakukan masyarakat dan harus kami antisipasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Pelabuhan Jangkar tidak hanya melayani pemudik menjelang Lebaran, tetapi juga telah mempersiapkan layanan sejak sebelum Ramadan, termasuk untuk kepulangan santri secara berkelompok. “Bahkan sebelum puasa, kami sudah melayani kepulangan santri secara berjemaah dan jumlahnya juga cukup besar,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#idul fitri #pelabuhan jangkar situbondo #mudik