RADARSITUBONDO.ID - Arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah memasuki fase krusial setelah gelombang pertama puncak kepadatan terlewati pada Rabu malam, 25 Maret 2026.
Lonjakan kendaraan dari arah timur Jakarta tercatat melampaui ambang batas normal, menandai tingginya mobilitas pemudik yang kembali ke wilayah Jabodetabek usai merayakan Lebaran di kampung halaman.
Memasuki Kamis, 26 Maret 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol mulai menerapkan kebijakan potongan tarif tol sebesar 30 persen. Insentif ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada pengguna jalan yang memilih kembali lebih lambat sehingga membantu mengurai kepadatan saat puncak arus balik.
Lonjakan arus kendaraan pada puncak arus balik sebelumnya tergolong luar biasa. Volume lalu lintas dari arah timur Trans Jawa Jakarta tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Kepadatan terpantau signifikan di Gerbang Tol Cikampek Utama sejak hari H hingga H+3 Lebaran, yakni pada periode 21 hingga 24 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, sebanyak 239.383 kendaraan melintas menuju ibu kota, atau melonjak 108,44 persen dari kondisi lalu lintas normal.
Baca Juga: Ranking FIFA Naik, Timnas Indonesia Intip Peluang Tembus 100 Besar Dunia
Sekretaris Perusahaan dan Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengungkapkan bahwa tren peningkatan kendaraan masih terus berlangsung seiring berakhirnya masa libur panjang.
Data kumulatif menunjukkan bahwa sejak H-10 hingga H+3 Lebaran, jumlah kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa mencapai 415.448 unit, meningkat 6,45 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di angka 390.288 kendaraan.
Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh data harian pada sif 1 tanggal 25 Maret 2026, di mana tercatat sebanyak 23.921 kendaraan melintas. Angka ini melonjak tajam hingga 193,15 persen dari volume normal sebesar 8.160 kendaraan.
“Tingginya volume lalu lintas ini menunjukkan bahwa pergerakan arus balik masih berlangsung dan diperkirakan akan terus meningkat,” ujar Ria dikutip Kamis, 26 Maret 2026.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, Jasamarga bersama Kepolisian menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas. Skema tersebut meliputi pemberlakuan one way secara parsial hingga sistem buka-tutup yang dilakukan secara situasional di sejumlah titik rawan kepadatan, seperti di KM 263 ruas Pejagan–Pemalang hingga KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung.
Baca Juga: Presiden Jerman Sebut Serangan ke Iran Kesalahan Politik Fatal, Soroti Perpecahan Barat
Di tengah-tengah hal tersebut, kebijakan diskon tarif sebesar 30 persen diharapkan tidak mampu menjadi strategi yang efektif dalam memperketat kepadatan. Potongan tarif ini berlaku untuk perjalanan terus menerus dari Gerbang Tol Kalikangkung pada ruas Batang–Semarang menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di ruas Jakarta–Cikampek. Program ini berlangsung mulai 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selain itu, potongan tarif sebesar 23 persen juga masih diberlakukan di ruas Batang–Semarang untuk seluruh transaksi, yang sudah berlangsung sejak 12 Maret dan akan berakhir pada 31 Maret 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya distribusi lalu lintas agar lebih merata di sepanjang jalur Trans Jawa.
“Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan lalu lintas secara lebih merata sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan,” kata Ria.
Fenomena peningkatan volume kendaraan tidak hanya terjadi di wilayah Cikampek, tetapi juga merata di berbagai titik strategis di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dari Semarang, jumlah kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Kalikangkung meningkat drastis hingga 164,50 persen dengan total 163.113 kendaraan. Sementara itu, arus kendaraan di Gerbang Tol Banyumanik menuju Jakarta juga melonjak hingga 131,12 persen.
Di Jawa Timur, Gerbang Tol Warugunung mencatat sebanyak 135.524 kendaraan mengarah ke Jakarta atau naik 81,99 persen dari kondisi normal. Sedangkan di Gerbang Tol Kejapanan Utama dan Singosari, volume lalu lintas mengalami peningkatan rata-rata antara 50 hingga 70 persen.
Baca Juga: KOSPI Hari Ini Anjlok Tajam Imbas Geopolitik
Kondisi ini menegaskan bahwa arus balik masih berlangsung secara bertahap dan belum sepenuhnya padam. Oleh karena itu, pihak pengelola tol mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang.
Pengendara diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi, kondisi fisik dalam keadaan prima, serta kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum memasuki tol.
Pengguna jalan juga disarankan untuk memanfaatkan informasi lalu secara real-time guna menghindari titik kepadatan. Layanan One Call Center di nomor 133 dapat dihubungi untuk memperoleh informasi terkini terkait kondisi jalan tol.
Editor : Agung Sedana