Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bahlil Lahadalia Peringatkan Penimbun BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Bayu Shaputra • Jumat, 27 Maret 2026 | 18:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat diwawancarai wartawan. (Nurul Fitriana/JawaPos.Com)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat diwawancarai wartawan. (Nurul Fitriana/JawaPos.Com)

 
RADARSITUBONDO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM).

Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Israel serta Amerika Serikat.

Dalam keterangannya di Jawa Tengah, Kamis (26/3), Bahlil menegaskan agar oknum-oknum tidak mengambil keuntungan dari situasi global yang tidak menentu.

Ia menilai praktik penimbunan BBM berpotensi merugikan masyarakat luas, terutama saat pemerintah tengah berupaya menjaga stabilitas energi nasional.

Baca Juga: Profil St Kitts dan Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

“Saya mohon kepada saudara-saudara saya yang oknum - oknum melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu Pertiwi sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu Pertiwi yang bijak. Kalau kita cinta negara kita, kalau kita cinta rakyat kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya untuk dilakukan. Cara-cara itu saya mohon udahlah kita jangan kita lanjutkan,” kata Bahlil.

Menurutnya, pengelolaan krisis energi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar distribusi serta penggunaan energi tetap terkendali.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G Resmi Rilis, Bawa Fitur AI Canggih dan Kamera 50MP

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki kapasitas untuk mendatangkan pasokan minyak dalam situasi krisis, sebagaimana yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, upaya tersebut akan sia-sia apabila tidak diimbangi dengan penggunaan energi yang bijak oleh masyarakat.

"Kami bisa mendatangkan minyak seperti apa yang telah kami lakukan dalam waktu beberapa bulan terakhir dalam kondisi krisis. Tetapi kalau rakyat tidak bisa memakai ini dengan bijak, ya berarti tidak saling mendukung. Itu kira-kira ya. Jadi kami harus saling mendukung dengan rakyat," jelasnya.

Baca Juga: Perbaikan Jembatan Putus dan Bendungan Rusak di Situbondo Dikebut, Pemkab Tambah Anggaran hingga Rp4 Miliar

Seiring dengan dinamika geopolitik global, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi. Bahlil mengungkapkan bahwa langkah pencarian sumber minyak baru dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim, untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita, dari hampir seluruh negara,” ucap Bahlil.

Upaya diversifikasi sumber pasokan ini menjadi penting, mengingat ketergantungan terhadap kawasan tertentu dinilai berisiko di tengah konflik yang belum mereda. Pemerintah pun membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Dampak Siklon Tropis Narelle Mulai Terasa, Hujan Lebat Ancam Jawa hingga NTT

Di sisi lain, Bahlil memastikan bahwa kondisi pasokan energi di dalam negeri saat ini masih dalam kategori aman. Ketersediaan BBM jenis bensin dan solar, serta LPG, disebut masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Kondisi tersebut didukung oleh optimalisasi produksi dalam negeri, termasuk untuk solar yang kini tidak lagi bergantung pada impor. Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan pada komoditas lain, seperti bensin yang sekitar 50 persen masih diimpor, serta LPG yang ketergantungan impornya mencapai 70 persen.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus memperluas sumber pasokan di luar kawasan Timur Tengah sebagai langkah mitigasi risiko terhadap gejolak global.

Bahlil pun menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa kondisi energi nasional dalam beberapa waktu ke depan tetap terkendali.

“Saya yakinkan kepada Bapak/Ibu semua, insya Allah kita juga dalam kondisi yang sampai dengan beberapa hari itu insya Allah dalam kondisi yang baik,” tutupnya.

Editor : Bayu Shaputra
#konfil Timur Tengah #Penimbun BBM #oknum #Bahlil Lahadalia #Menteri ESDM