RADARSITUBONDO.ID - Prestasi pendidikan Jawa Timur kembali menonjol di tingkat nasional. Dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, provinsi ini mencatat jumlah siswa lolos terbanyak di Indonesia, melanjutkan tren dominasi selama tujuh tahun berturut-turut.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 29.406 siswa asal Jawa Timur dinyatakan lolos SNBP dari total 108.122 pendaftar. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi puncak secara nasional, disusul Jawa Barat dengan 18.365 siswa yang berhasil lolos.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa capaian ini bukan hal sederhana. Ia menilai konsistensi tersebut menjadi bukti kuat kualitas pendidikan di Jawa Timur.
“Rasanya ini bukan sesuatu yang sederhana dan tidak mudah bahwa SNBP di Indonesia ini tujuh tahun berturut-turut Jawa Timur tertinggi,” kata Khofifah, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Pertamina Pastikan Tanggung Jawab Penuh atas Insiden Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan di Jawa Timur berjalan dengan baik. Peran siswa, orang tua, guru, hingga institusi pendidikan dinilai saling mendukung dalam menciptakan prestasi.
“Artinya lokomotif pendidikan insyaAllah Jawa Timur sudah bisa mendudukkan kelasnya. Anaknya semangat, orang tuanya, guru, sekolah dan ekosistem mendukung,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Timur juga menyoroti pentingnya pemanfaatan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi siswa yang telah diterima melalui jalur SNBP. Program ini dinilai strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Baca Juga: BMKG Catat 29 Gempa Susulan Usai Gempa M7,6 di Ternate Maluku Utara
Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur selama ini juga mencatat jumlah penerima KIP Kuliah tertinggi. Meski demikian, ia meminta agar proses pendataan dan pendampingan terus diperkuat.
“Sejak ada KIPK, Jatim selalu tertinggi diterima untuk masuk KIPK. Kami bersyukur, alhamdulillah tapi yang kedua saya ingin disisir,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mengantisipasi potensi kendala dalam proses daftar ulang. Pada tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan penerima KIP Kuliah yang tidak melanjutkan registrasi meski telah dinyatakan lolos SNBP.
Untuk mengatasi hal tersebut, koordinasi dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Surabaya. Selain itu, Dinas Pendidikan juga diminta aktif melakukan pemantauan terhadap siswa penerima KIP Kuliah.
Baca Juga: Gempa 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Tsunami 0,3 Meter Terjadi di Halmahera Barat
“Jangan sampai mereka sudah diterima SNBP, kemudian mereka mempunyai masalah dalam proses pemenuhan registrasi,” pungkasnya.
Khofifah juga memberikan pesan kepada siswa yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBP. Ia menegaskan bahwa peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi masih terbuka melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri di masing-masing perguruan tinggi.
Editor : Bayu Shaputra