Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pasokan LPG Bekasi Dipastikan Aman Usai Kebakaran SPBE Cimuning

Bayu Shaputra • Kamis, 2 April 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi LPG tabung 3 kilogram. (JawaPos/Dery Ridwansah)
Ilustrasi LPG tabung 3 kilogram. (JawaPos/Dery Ridwansah)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pasokan liquefied petroleum gas atau LPG di wilayah Bekasi dipastikan tetap aman setelah insiden kebakaran yang terjadi di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi, Rabu malam.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menegaskan distribusi kepada masyarakat tidak terganggu meski fasilitas tersebut sempat dilanda api.

Area Manager Communications, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga tersebut.

“Pertamina Patra Niaga Regional JBB memastikan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Jatim Dominasi Nasional SNBP 2026, Khofifah Dorong Pemanfaatan KIP Kuliah

Sebagai langkah mitigasi, perusahaan menyiapkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dengan mengandalkan suplai dari sejumlah SPBE terdekat.

Distribusi pengganti tersebut disokong oleh fasilitas milik PT Kenrope Sarana Pratama, PT Pacific Sumber Segara, serta PT Dharma Wira Sentosa. Skema ini diterapkan agar jalur distribusi tetap berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tidak terganggu.

Satria menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar warga tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan di tingkat distribusi. “Karena telah disediakan titik suplai pengganti SPBE untuk tetap melayani masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos April 2026 Pakai NIK KTP, Ini Panduan Lengkapnya

Terkait dampak insiden, Pertamina juga meminta pengelola SPBE untuk memberikan penanganan maksimal terhadap korban maupun masyarakat terdampak.

Penanganan keluhan warga diminta dilakukan secara cepat dan optimal. Hingga saat ini, proses pendataan korban masih berlangsung dan akan diumumkan lebih lanjut setelah data terkumpul secara lengkap.

“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026, sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Satria.

Baca Juga: Simak Aturan WFH 2026 untuk Swasta, BUMN, dan BUMD

Kebakaran sendiri terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan melanda area SPBE di Cimuning. Api baru berhasil dipadamkan setelah tim pemadam kebakaran dari berbagai pos dikerahkan dan bekerja sama dengan warga sekitar untuk menjinakkan kobaran api.

Dari data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, menyebut para korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Satu Warga Tewas Tertimpa Bangunan

Korban luka saat ini dirawat di RS Kartika Husada, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, serta RS Citra Arafiq. Meski demikian, detail jenis luka yang dialami korban belum dirinci.

Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran di area seluas sekitar 2.000 meter persegi masih dalam tahap perhitungan. Data sementara mencatat kerusakan berat meliputi tiga unit lapak, enam unit truk SPBE, serta tujuh kendaraan roda dua yang terdampak langsung oleh kebakaran.

Editor : Bayu Shaputra
#kebakaran SPBE Bekasi #pasokan LPG aman