Warga Diminta Tenang! Polisi Pastikan Stok BBM Situbondo Aman, Jangan Panic Buying

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 19:23 WIB
ANTRE: suasana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan PB Sudirman, Lingkungan Karangasem, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo. (Ahmad Rifa
ANTRE: suasana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan PB Sudirman, Lingkungan Karangasem, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

 RADARSITUBONDO.ID – Kepolisian Resor (Polres) Situbondo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Pasalnya, stok BBM di Situbondo masih dalam kategori aman dan terkendali.

Masyarakat Situbondo juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait isu kelangkaan BBM akibat dampak konflik di Timur Tengah, yang dapat memicu aksi pembelian berlebihan. “Informasi yang beredar terkait kelangkaan dan kenaikan BBM jangan dipercaya. Jangan panic buying, tetap membeli BBM sesuai kebutuhan,” kata Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie.

Kapolres juga meminta masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar ketertiban dan kenyamanan tetap terjaga. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan stok BBM.

“Stok BBM, khususnya di Situbondo, dalam kondisi aman dan tersedia. Mari kita bersama menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.

Menurutnya, imbauan ini disampaikan agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi situasi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah. Pemerintah dipastikan terus berupaya menjaga ketersediaan dan kecukupan BBM. “Imbauan ini untuk menjaga stabilitas distribusi serta memastikan ketersediaan BBM tetap merata di seluruh wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menyebut antrean di sejumlah SPBU di Situbondo masih terpantau normal dan tidak meluber ke luar area SPBU. “Hasil pantauan kami, di sejumlah SPBU tidak ada antrean BBM sampai keluar dari area SPBU,” ujarnya.

Agung juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM di tengah situasi yang tidak menentu. Pasalnya, tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum. “Jangan sampai melakukan penimbunan BBM, karena ancaman pidananya jelas dan tegas,” imbuhnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
situbondo Panic Buying BBM